KEPYAPENKAB.GO.ID, Manokwari – Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menghadiri pembukaan Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Lapangan Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026) malam. Kehadiran Roi Palunga mewakili Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam ajang nasional yang mempertemukan ribuan peserta paduan suara gerejawi dari seluruh Indonesia.
Wakil Bupati hadir didampingi Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Aser Pongrate, bersama Staf Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kepulauan Yapen, Robby Mesak.
Pembukaan Pesparawi Nasional XIV diawali dengan ibadah syukur yang mengangkat renungan Firman Tuhan dari Mazmur 96:1-3. Firman tersebut mengajak umat untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan, memberitakan keselamatan-Nya dari hari ke hari, serta memasyhurkan kemuliaan-Nya kepada segala bangsa.

Pesparawi Nasional XIV tahun ini mengusung tema “Aku Hendak Memuji TUHAN Pada Segala Waktu” yang diambil dari Mazmur 34:2a, dengan subtema “Puji-Pujian Membawa Perdamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua.” Tema tersebut menjadi dasar pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung di Tanah Papua sebagai ruang perjumpaan iman, budaya, dan persaudaraan kebangsaan.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan seremoni pembukaan yang dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Wapres tiba di lokasi sekitar pukul 19.21 WIT dengan mengenakan batik lengan panjang berwarna cokelat yang dipadukan dengan topi kasuari dan noken khas Papua

Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan parade kontingen dari 38 provinsi yang mengikuti Pesparawi Nasional XIV. Masing-masing kontingen menampilkan identitas budaya daerahnya melalui tarian dan atraksi penyambutan, kemudian diikuti Pasukan Pengibar Bendera yang membawa panji serta simbol kehadiran setiap provinsi.
Suasana Lapangan Borarsi semakin semarak ketika seluruh kontingen memasuki arena utama. Kehadiran peserta dari Sabang hingga Merauke menggambarkan semangat persatuan Indonesia yang dipersatukan melalui puji-pujian dan pelayanan musik gerejawi.
Meskipun sempat diguyur hujan, seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung dengan penuh sukacita. Ribuan peserta dan masyarakat yang hadir bertahan mengikuti acara hingga selesai. Lagu “Jadikan Papua Saksi-Mu” yang dilantunkan bersama menjadi ungkapan syukur sekaligus doa agar Papua terus menjadi tanah damai yang membawa berkat bagi bangsa Indonesia.

Selain Wakil Presiden, pembukaan Pesparawi Nasional XIV turut dihadiri Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, istri Menteri Agama sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama, Helmi Halimatul Udhmah, para pejabat Kementerian Agama, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Papua Barat sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV. Menurutnya, tema yang diangkat memiliki makna penting dalam memperkuat perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua.
“Saya mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang mengangkat nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua,” kata Gibran di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.
Wapres menilai Pesparawi tidak hanya menjadi ajang perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga sarana mempererat persatuan bangsa, memperkuat toleransi, serta membangun semangat kebersamaan dalam keberagaman Indonesia.

Sebagai tanda dibukanya kegiatan secara resmi, Gibran menabuhkan tifa sebanyak 14 kali yang menandai dimulainya Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat.
Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan Papua Barat sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti kontingen dari 38 provinsi dengan jumlah peserta, pelatih, pendamping, dan ofisial yang diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 orang.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti 12 kategori perlombaan yang tersebar di sejumlah lokasi di Manokwari. Selain menjadi ajang pengembangan seni musik gerejawi, Pesparawi Nasional XIV juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial, budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat Papua Barat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, kehadiran dalam pembukaan Pesparawi Nasional XIV merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan pelayanan gerejawi sekaligus komitmen memperkuat persatuan bangsa melalui nilai-nilai iman, budaya, dan persaudaraan yang menjadi kekuatan Indonesia dalam keberagamannya.







