KEPYAPENKAB.GO.ID, Kosiwo – Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menghadiri panen padi bersama Kelompok Tani Sererumpi di Kampung Panduani, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program nasional swasembada pangan.

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati didampingi Asisten II Setda Kepulauan Yapen Oktovianus Ayorbaba, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jeffry Max Boy Manderi, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Mudin, jajaran Dinas Pertanian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta anggota kelompok tani.
Ketua Kelompok Tani Sererumpi, Robby Yewen, mengatakan padi yang dipanen telah memasuki usia sekitar empat bulan sejak ditanam pada Maret 2026. Masa pembibitan berlangsung selama satu bulan, kemudian dilanjutkan masa tanam selama tiga bulan hingga memasuki waktu panen.

Menurut Robby, kelompok tani mengelola tiga titik lahan sawah. Namun hasil panen belum selalu stabil karena dipengaruhi ketersediaan pupuk, obat-obatan pengendali hama, serta perawatan tanaman selama masa produksi.
“Kualitas hasil panen kadang meningkat, kadang juga menurun. Semua tergantung perawatan, ketersediaan pupuk, obat-obatan, dan kondisi tanaman,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kehadiran pemerintah daerah bersama mahasiswa KKN yang selama ini turut mendampingi dan memberikan motivasi kepada kelompok tani dalam mengembangkan sektor pertanian di Kampung Panduami
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Jeffry Max Boy Manderi, menjelaskan lahan sawah yang dikelola Kelompok Tani Sererumpi memiliki luas sekitar tiga hektare dan telah masuk dalam kawasan Lahan Baku Sawah (LBS) berdasarkan data ATR/BPN.

Menurut Jeffry, hasil panen tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan beras bagi rumah tangga petani sekaligus mendorong petani lain untuk mengembangkan budidaya padi sebagai komoditas pangan utama masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan sekaligus melihat langsung berbagai kendala yang dihadapi petani agar dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan pertanian,” katanya.
Ia mengatakan sejumlah tantangan yang masih dihadapi petani antara lain keterbatasan pupuk, kebutuhan pompanisasi dan jaringan irigasi, serta serangan hama yang semakin berisiko pada musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus mengupayakan bantuan berupa benih unggul, pupuk, obat-obatan, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Jeffry juga menyebutkan kawasan Lahan Baku Sawah di Distrik Kosiwo mencapai sekitar 4,17 hektare. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan lahan padi di Kampung Wabuwayar seluas sekitar 6,5 hektare, Kampung Waita seluas satu hektare, dan Kampung Sere-Sere sekitar tiga hektare.

Menurutnya, pengembangan lahan pertanian tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung program nasional swasembada pangan, terutama untuk menjaga ketersediaan pangan daerah ketika terjadi dampak perubahan iklim.
Ia menambahkan hasil kunjungan kerja Gubernur Papua beberapa waktu lalu akan ditindaklanjuti melalui pemberian bantuan alat pertanian, benih, pupuk, obat-obatan, serta pelatihan bagi petani guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, mengatakan panen yang dilakukan merupakan panen simbolis dari areal persawahan seluas sekitar tiga hektare yang tersebar di tiga lokasi di Kampung Panduani.
“Hari ini kita melaksanakan panen padi bersama di Kampung Panduani. Lahan yang dipanen sekitar tiga hektare yang berada di tiga titik dan ditanam pada waktu yang bersamaan. Panen ini menjadi penanda dimulainya panen di lokasi-lokasi lainnya,” kata Roi.
Ia berharap produktivitas pertanian di Kabupaten Kepulauan Yapen terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.







