Serui – Pemerintah Daerah kabupaten kepulauan Yapen kembali melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Kepulauan Yapen pada hari Selasa, 18/07/2023 yang berlangsung di Gedung Silas Papare Serui. Dalam arahan Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Cyfrianus Y Mambay, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini untuk menentukan langkah-langkah strategis ke depan serta evaluasi percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen. Dari 8 aksi, posisi Kabupaten Kepulauan Yapen telah ada di tahap aksi ke 3. Diharapkan dalam rapat ini, Tim akan menyampaikan sejauh mana intervensi yang telah dilakukan oleh bapak/ibu asuh anak Stunting yang hampir melibatkan seluruh stakeholder di kabupaten kepulauan Yapen.

“Rapat koordinasi ini untuk melihat sejauh mana kemajuan yang telah dicapai oleh percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen dan intervensi intervensi yang sudah dilakukan selama kurang lebih 99 hari” ujarnya

Rapat koordinasi ini juga akan diketahui secara bersama berapa capaian yang telah diperoleh dari 168 anak yang beresiko Stunting berdasarkan data yang ada, dan lewat rapat kordinasi ini dapat memberikan gambaran update perkembangan percepatan penurunan Stunting. Selain itu lewat diskusi dalam rapat koordinasi hari ini diharapkan dapat melahirkan ide-ide baru, untuk percepatan penurunan stunting dan sinergitas ini harus dibangun, tertib, dan target capaian waktu yang harus dicapai, Selain itu diharapkan di tahun ini juga bisa mengalami penurunan sesuai dengan harapan presiden Joko Widodo bahwa tahun 2024, penurunan angka stunting di seluruh Indonesia harus mencapai 14%. Dirinya juga merasa bangga karena Kabupaten Kepulauan Yapen cukup cepat merespon kasus Stunting,

Dalam rapat kali ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Kepulauan Yapen memberi Materi tentang peran tim percepatan penurunan Stunting (TPPS), Plt Kadis Pemberdayaan Perempuan dan KB Kepulauan Yapen, Rosita, M.Pd mengatakan bahwa hanya memberikan gambaran dari tpps yang dibentuk di tahun 2023, dan ini adalah awal pertama di kabupaten kepulauan Yapen untuk bergerak dalam tim percepatan penurunan Stunting. Plt Kadis Pemberdayaan Perempuan dan KB ini juga menyebutkan bahwa  TPPS ini adalah garda terdepan dalam upaya penanggulangan Stunting dengan tugas adalah mengkoordinasikan mensinergikan dan mengevaluasi kebijakan program percepatan penurunan Stunting.  Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan , Karolis Tanawani dalam kesempatan pemaparan capaian mengatakan bahwa pihaknya bertugas melakukan intervensi secara spesifik sesuai dengan data yang di-update.

Foto : Andrew Woria