sbobet onlineslot gacor
Semangat "Menolak Tua" di Lapangan Sapta Marga, Turnamen Sepak Bola U-40 Pertama Digelar di Kepulauan Yapen - KEPULAUAN YAPEN

Semangat “Menolak Tua” di Lapangan Sapta Marga, Turnamen Sepak Bola U-40 Pertama Digelar di Kepulauan Yapen

KEPYAPENKAB.GO.ID, ​Serui – Gairah sepak bola di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, terbukti melampaui batasan usia. Bertempat di Lapangan Sapta Marga Kodim 1709/Yawa, Sabtu (25/4/2026), sejarah baru bagi dunia olahraga lokal tercipta dengan dibukanya secara resmi Turnamen Sepak Bola U-40. Mengusung slogan inspiratif “Menolak Tua”, ajang ini menjadi simbol vitalitas para pelaku olahraga senior Pulau Yapen

​Turnamen yang diikuti oleh 12 tim lokal ini dibuka secara resmi melalui tendangan pertama (kick-off) oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga. Kehadiran beliau merupakan bentuk apresiasi nyata selaku pimpinan daerah sekaligus Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Yapen terhadap inisiatif mandiri yang digagas oleh komunitas sepak bola di Serui.

​Ketua Panitia Pelaksana, Brigpol Edy Punomomo, dalam laporannya menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini merupakan hasil kerja keras kolektif dan dukungan para sponsor yang tidak ingin dipublikasikan identitasnya. Ia menekankan bahwa esensi utama kegiatan ini adalah menghidupkan kembali semangat kebersamaan di lapangan hijau.

​”Penyelenggaraan turnamen ini bukan mencari prestasi atau gelar juara semata. Lebih dari itu, ini merupakan wadah silaturahmi antar-pemain senior dan ajang berkumpulnya kembali pesepak bola asal Serui untuk membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk tetap aktif menjaga pola hidup sehat,” ujar Edy.

​Ia menambahkan bahwa turnamen yang dijadwalkan berlangsung selama 20 hari ini menjadi catatan sejarah baru, mengingat ini adalah kali pertama turnamen kategori usia 40 tahun ke atas dilaksanakan secara resmi di Kabupaten Kepulauan Yapen.



​Wakapolres Kepulauan Yapen, Kompol Unding Alimuddin, yang bertindak sebagai pembina upacara pembukaan, menitipkan pesan mendalam mengenai sportivitas. Beliau menyoroti tulisan “Basodara” pada jersey Panitia sebagai pengingat bahwa hubungan persaudaraan jauh lebih penting daripada hasil akhir pertandingan.

​”Bukan kemenangan yang kita kejar, tetapi kebersamaan. Apapun hasilnya nanti, pada akhirnya kita tetap bersaudara. Saya juga mengharapkan para pemain untuk mengukur kemampuan fisik; jika merasa lelah, jangan dipaksakan. Kami telah menyiagakan unit ambulans dukungan dari BRI untuk memastikan keselamatan seluruh peserta,” tegas Kompol Unding.

​Wakil Bupati Roi Palunga mengapresiasikan kemandirian panitia. Beliau menilai langkah ini sangat positif dalam membantu pemerintah dan KONI menghidupkan ekosistem olahraga yang sehat di tengah masyarakat.

​Pertandingan fase grup akan berlangsung setiap sore pukul 16.00 WIT di Lapangan Sapta Marga, diawali dengan laga pembuka antara PS Yapen Barat melawan PS Rajawali. Rangkaian penyisihan grup yang mempertemukan 12 tim tangguh—seperti PS Marora, PS Arorokawa, PS LMP, hingga PS Guardians—akan bergulir secara intensif hingga awal Mei mendatang.

​Setelah merampungkan babak penyisihan, turnamen akan memasuki fase gugur yang dijadwalkan mulai pada 9 Mei 2026. Seluruh rangkaian kompetisi ini akan mencapai puncaknya pada partai final yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026.

​Melalui gelaran ini, diharapkan semangat olahraga sebagai pemersatu di bumi Kepulauan Yapen terus terjaga, membuktikan bahwa kecintaan terhadap sepak bola tidak akan pernah padam oleh waktu.