sbobet onlineslot gacor
Pj Sekda Yapen Tegaskan Disiplin ASN, Sekretariat Daerah Jadi Sorotan - KEPULAUAN YAPEN

Pj Sekda Yapen Tegaskan Disiplin ASN, Sekretariat Daerah Jadi Sorotan

KEPYAPENKAB. GO. ID, Serui – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, menegaskan pentingnya kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan Sekretariat Daerah. Ia meminta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) memperketat pengawasan terhadap kehadiran dan pelaksanaan tugas pegawai.

Penegasan itu disampaikan Mambay saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Jumat (23/10/2026) pukul 08.00 WIT. Arahan tersebut disampaikan setelah masing-masing OPD melaporkan tingkat kehadiran stafnya.

Mambay secara khusus meminta seluruh pegawai Sekretariat Daerah hadir penuh pada Senin mendatang. Menurut dia, Sekretariat Daerah harus menjadi contoh bagi OPD lainnya dalam menerapkan disiplin kerja.

“Kalau di Sekretariat Daerah saja tidak beres, bagaimana kita mau mengatur yang lain?” tegas Mambay di hadapan peserta apel.

Apel pagi tersebut diikuti staf ahli bupati, para asisten sekda, pimpinan OPD, kepala bagian, kepala subbagian, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Mambay menilai persoalan kehadiran pegawai tidak boleh hanya diselesaikan melalui pengumpulan daftar hadir. Pimpinan harus memastikan stafnya benar-benar melaksanakan tugas dan menindaklanjuti setiap ketidakhadiran sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia meminta kepala bagian dan kepala bidang melakukan pengawasan secara berjenjang serta melaporkan hasilnya kepada pimpinan. Tanggung jawab mengatur dan membina staf, kata dia, merupakan bagian penting dari tugas seorang pejabat.

“Kalau tidak mampu mengatur stafnya, kita perlu mengevaluasi dan melihat apakah ada yang lebih enerjik,” ujarnya.

Selain kedisiplinan, Mambay juga menyoroti lemahnya komunikasi sejumlah pimpinan OPD. Padahal, koordinasi yang cepat sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran pekerjaan pemerintahan, termasuk persiapan perencanaan APBD 2027.

Ia mengingatkan kepala OPD dan kepala subbagian program agar lebih aktif berkoordinasi serta merespons informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas.

Mambay bahkan menyinggung alasan telepon seluler rusak yang kerap membuat pimpinan OPD sulit dihubungi.

“Kalau sekelas kepala OPD lalu mengatakan telepon selulernya rusak dan tidak bisa dihubungi, bagaimana pekerjaan bisa berjalan? Saya minta cara-cara seperti ini diubah,” katanya.

Melalui arahan tersebut, Mambay berharap pimpinan OPD lebih serius membangun budaya disiplin, meningkatkan pengawasan internal, dan memperkuat komunikasi kerja. Ia menekankan, pembenahan harus dimulai dari Sekretariat Daerah agar dapat menjadi contoh bagi seluruh perangkat daerah di Kabupaten Kepulauan Yapen.