KEPYAPENKAB.GO.ID, Serui – Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Jemaat GPdI Ibrani Cinatua yang berlangsung di Serui, Sabtu (18/7/2026).
Ibadah syukur berlangsung penuh khidmat dan sukacita. Warga jemaat mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama delapan tahun perjalanan pelayanan Jemaat GPdI Ibrani Cinatua.

Pujian dan penyembahan dipandu oleh Worship Leader Pdm. Feibe Mangundap, yang membawa jemaat larut dalam penyembahan dan pujian sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.
Pelayanan Firman Tuhan dilayani oleh Ketua Majelis Wilayah Anotaurei, Pdt. Alfius Warmetan, dengan nats Kejadian 6:14. Melalui khotbahnya, ia mengingatkan jemaat untuk meneladani ketaatan Nuh kepada Tuhan, tetap setia menjalankan panggilan pelayanan, serta membangun kehidupan yang berlandaskan iman dan firman Tuhan di tengah berbagai tantangan zaman.
Turut hadir Ketua Komisi Daerah Pelwap GPdI Pdt. Anneke Dawir, para hamba Tuhan dari Wilayah Yapen Selatan dan Wilayah Anotaurei, warga jemaat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Roi Palunga yang juga melayani sebagai Pendeta dan Majelis Daerah GPdI Papua pada Biro Penatalayanan Jemaat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Jemaat GPdI Ibrani Cinatua yang merayakan hari jadi ke-8.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dan secara pribadi, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-8 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GPdI Ibrani Cinatua. Delapan tahun perjalanan pelayanan merupakan bukti nyata kasih dan penyertaan Tuhan yang patut kita syukuri,” ujar Roi.
Menurutnya, pertambahan usia jemaat harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan gereja. Dia berharap seluruh majelis, pengurus, bidang pelayanan, dan warga jemaat semakin solid dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada umat.
Roi mengatakan, gereja memiliki peran strategis sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam membangun karakter masyarakat melalui penanaman nilai kasih, toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial.
“Nilai-nilai itu sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih baik. Gereja memiliki kontribusi besar dalam membentuk masyarakat yang beriman, rukun, dan saling menghargai,” katanya.
Dia juga berharap pelayanan yang dilakukan Jemaat GPdI Ibrani Cinatua mampu melahirkan generasi muda yang takut akan Tuhan, berkarakter Kristus, serta mampu menjadi pelopor pembangunan di Kabupaten Kepulauan Yapen pada masa mendatang.

Dalam pesannya kepada jemaat, Roi mengutip 1 Korintus 15:58 agar umat tetap berdiri teguh, tidak goyah, dan selalu giat dalam pekerjaan Tuhan karena jerih payah dalam Tuhan tidak akan sia-sia.
Selain itu, dia juga mengutip Wahyu 6:6 sebagai pengingat bahwa tantangan kehidupan akan semakin berat. Karena itu, umat diminta tetap mengandalkan Tuhan dalam menghadapi berbagai situasi.
“Manusia bisa mengecewakan, tetapi Tuhan tidak pernah mengecewakan. Apa pun keadaan yang kita hadapi, jangan pernah meninggalkan Tuhan. Tetaplah setia beribadah dan melayani karena Tuhan telah menyiapkan masa depan bagi setiap orang yang mengandalkan-Nya,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jemaat GPdI Ibrani Cinatua, Zakeus Rumpedai, menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sejak jemaat berdiri pada 18 Juli 2018 hingga genap berusia delapan tahun.

Menurutnya, perjalanan pelayanan tidak lepas dari berbagai tantangan. Namun, berkat penyertaan Tuhan, seluruh proses pelayanan dapat terus berjalan hingga saat ini.
Atas nama seluruh warga jemaat, Zakeus juga menyampaikan apresiasi kepada Pada Pelayanan Firman, Pemerintah daerah yang telah meluangkan waktu menghadiri ibadah syukur bersama jemaat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen yang telah hadir bersama kami dalam ibadah syukur HUT ke-8 Jemaat GPdI Ibrani Cinatua. Kehadiran Bapak menjadi sukacita dan motivasi bagi seluruh jemaat,” katanya.

Usai ibadah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan persembahan, doa bersama, prosesi peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun. Kue ulang tahun kemudian dibagikan kepada para hamba Tuhan dan unsur Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama delapan tahun perjalanan pelayanan jemaat.
Acara ditutup dengan doa berkat dan makan bersama dalam jamuan kasih (Agape) yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan sukacita.







