KEPYAPENKAB. GO. ID, Yapen Timur – Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, melakukan penanaman perdana jagung bersama Kelompok Tani Soroi di Kampung Nosembai, Distrik Yapen Timur, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal pemanfaatan lahan pertanian yang nantinya akan dikembangkan sebagai areal persawahan guna mendukung program ketahanan pangan.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Kepala Distrik Yapen Timur beserta jajaran, Babinsa, serta para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Soroi.

Lahan yang digunakan memiliki luas sekitar 5 hektare dan untuk tahap awal dimanfaatkan sebagai area penanaman jagung. Setelah program cetak sawah direalisasikan, kawasan tersebut akan dialihkan menjadi lahan penanaman padi.
Roi Palunga mengatakan, penanaman jagung ini merupakan bentuk inisiatif masyarakat dalam memanfaatkan lahan sambil menunggu pelaksanaan program cetak sawah dari pemerintah.
“Kelompok Tani Soroi telah menyiapkan lahan seluas lima hektare. Awalnya lahan ini direncanakan untuk program cetak sawah. Karena proses program tersebut masih berjalan, masyarakat berinisiatif memanfaatkannya terlebih dahulu dengan menanam jagung,” kata Roi.

Ia mengajak masyarakat di Distrik Yapen Timur yang masih memiliki lahan belum produktif untuk melaporkannya kepada Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Yapen agar dapat didata dan difasilitasi dalam program pengembangan sektor pertanian.
Menurut Roi, pemerintah tidak akan mengambil alih kepemilikan lahan masyarakat. Pemerintah hanya berperan membuka akses, memfasilitasi pengolahan lahan, serta memberikan dukungan agar lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan dapat menjadi produktif.
“Lahan itu tetap milik masyarakat. Pemerintah hanya membantu membuka dan memfasilitasi. Setelah lahan ditanami, pengelolaannya tetap dikembalikan kepada pemiliknya,” ujarnya.
Roi menegaskan, program pemanfaatan lahan merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang perlu mendapat dukungan seluruh masyarakat.

Ia berharap masyarakat memiliki pandangan jangka panjang dalam mengelola potensi pertanian sehingga dapat menjadi investasi bagi generasi mendatang.
“Kita jangan hanya berpikir untuk hari ini. Mari kita siapkan masa depan lima hingga sepuluh tahun ke depan. Apa yang kita kerjakan sekarang akan menjadi warisan dan memberikan manfaat bagi anak cucu kita,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap penanaman perdana jagung di Kampung Nosembai menjadi awal pengembangan kawasan pertanian yang berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Distrik Yapen Timur.






