sbobet onlineslot gacor
Wabup Roi Palunga Buka Visitasi RSUD Serui, Pemkab Yapen Dorong Peningkatan Mutu Pelayanan - KEPULAUAN YAPEN

Wabup Roi Palunga Buka Visitasi RSUD Serui, Pemkab Yapen Dorong Peningkatan Mutu Pelayanan

KEPYAPENKAB.GO.ID, Serui – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan tata kelola dan pemenuhan standar penyelenggaraan rumah sakit. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan visitasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui dalam rangka proses perpanjangan izin operasional rumah sakit, yang dibuka Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga di Aula RSUD Serui, Rabu (7/10/2026).

Visitasi yang berlangsung hingga 9 Oktober 2026 ini melibatkan Tim Visitasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, serta sejumlah perangkat daerah terkait. Proses tersebut diarahkan untuk memastikan RSUD Serui memenuhi ketentuan penyelenggaraan rumah sakit sekaligus menjadi bahan pembenahan pelayanan ke depan.

Turut hadir Plh Sekda Kepulauan Yapen Alfredo Worabay, Plt Kepala Dinas PUPRPKP Jumirto Dwi Bongga, Kepala PTSP Kepulauan Yapen Ken Renmaur, Wakil Ketua II DPRK Kepulauan Yapen Djorge Diamon Logianto, Anggota DPRK Markus Marjunata, Dinas Lingkungan Hidup, Tim Visitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, serta jajaran manajemen RSUD Serui.

Roi Palunga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim yang datang untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan RSUD Serui. Ia meminta proses tersebut diarahkan pada upaya memperkuat kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan selamat datang kepada ketua dan seluruh tim visitasi di Kabupaten Kepulauan Yapen. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian dalam rangka melihat secara langsung kesiapan RSUD Serui,” kata Roi.

Menurut Roi, masyarakat yang datang ke rumah sakit membawa harapan untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Karena itu, RSUD Serui harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, aman dan tidak membedakan masyarakat.

“Ketika masyarakat datang ke rumah sakit, mereka datang dengan harapan mendapatkan pelayanan yang terbaik. Karena itu, masyarakat harus dapat merasakan bahwa kehadiran RSUD Serui benar-benar memberikan manfaat dan menjadi tempat pelayanan kesehatan yang dapat diandalkan,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh jajaran rumah sakit menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan dinilai penting untuk mendukung pelayanan yang semakin berkualitas.

“Bekerjalah dengan disiplin, dengan hati dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Masyarakat akan menilai rumah sakit bukan hanya dari gedung dan fasilitas, tetapi terutama dari bagaimana kita memberikan pelayanan,” kata Roi.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen Karolis Tanawani, SKM., MPH., menjelaskan bahwa visitasi merupakan tindak lanjut dari proses pra-visitasi yang sebelumnya dilakukan bersama manajemen RSUD Serui.

Pra-visitasi dilakukan melalui koordinasi dan penelaahan terhadap kesiapan rumah sakit, termasuk sumber daya manusia, dokumen dan regulasi, sarana-prasarana, peralatan kesehatan, utilitas, keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan serta aspek perizinan.

Keterlibatan sejumlah perangkat daerah dalam proses tersebut disesuaikan dengan tugas dan kewenangan masing-masing untuk mendukung kelancaran penilaian terhadap RSUD Serui.

Dari sisi teknis penilaian, Ketua Tim Visitasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Yokelyn C. Suebu, M.Kes., menjelaskan terdapat enam area utama yang diperiksa.

Penilaian pertama berkaitan dengan pelayanan, terutama aspek klinis yang menjadi dasar pelayanan rumah sakit. Berikutnya administrasi dan aspek teknis, termasuk pengelolaan limbah serta persyaratan terkait radiologi.

Tim juga memeriksa lokasi rumah sakit untuk melihat kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan dilanjutkan terhadap bangunan, sarana, prasarana dan alat kesehatan.

Area terakhir menyangkut sumber daya manusia, termasuk struktur organisasi, peta jabatan dan kesesuaian kualifikasi personel dengan posisi yang ditempati.

“Enam area ini menjadi bagian dari keseluruhan penilaian visitasi,” ujar Yokelyn.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rekomendasi untuk menentukan langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan setelah seluruh rangkaian visitasi selesai.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Serui Erens Ampasoi mengatakan manajemen telah mempersiapkan kebutuhan yang berkaitan dengan proses perpanjangan Surat Izin Operasional (SIO).

Proses tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mempersiapkan peningkatan status RSUD Serui dari kelas D menjadi kelas C. Untuk itu, rumah sakit perlu memastikan seluruh persyaratan yang berkaitan dengan sumber daya manusia, sarana-prasarana, dokumen, serta penerapan sistem pelayanan dapat terpenuhi.

“Visitasi ini tujuannya untuk melanjutkan izin operasional, tetapi di dalamnya ada muatan lain, termasuk peluang untuk perubahan status rumah sakit,” kata Erens.

Erens mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Kekurangan yang ditemukan dalam proses penilaian diharapkan dapat menjadi rekomendasi dan ditindaklanjuti melalui komitmen bersama.

“Kami membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Kekurangan-kekurangan yang ditemukan nantinya dapat menjadi rekomendasi dan menjadi komitmen bersama sehingga izin operasional bisa keluar dan harapan perubahan status rumah sakit dari kelas D ke kelas C dapat diwujudkan,” ujarnya.

Ia menilai proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya manajemen membangun sistem pelayanan yang lebih terukur dan sesuai regulasi.

“Regulasi menuntut pelayanan rumah sakit itu bisa lebih berstandar. Ini sangat penting agar kami bisa menjalankan pelayanan dalam sebuah sistem yang benar dan sesuai standar,” katanya.

Selama proses visitasi berlangsung, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Instalasi Gawat Darurat maupun ruang pelayanan lainnya tetap memberikan pelayanan seperti biasa.

“Pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Visitasi lebih banyak melakukan pemeriksaan pada sisi manajemen dan kelengkapan dokumen yang harus disiapkan untuk dinilai,” ujar Erens.

Setelah seluruh rangkaian visitasi selesai, hasil penilaian dan rekomendasi akan menjadi bahan tindak lanjut bersama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, manajemen RSUD Serui, tim visitasi dan perangkat daerah terkait.

 

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap proses tersebut dapat memperkuat tata kelola rumah sakit sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin baik, aman dan sesuai standar.

Upaya tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen di bawah kepemimpinan Bupati Benyamin Arisoy dan Wakil Bupati Roi Palunga, dengan visi “Yapen Rumah Kita yang Berkeadilan, Unggul, dan Sejahtera.”