sbobet onlineslot gacor
15 Ribu Bibit Cabai Ditanam, Yapen Jaga Inflasi - KEPULAUAN YAPEN

15 Ribu Bibit Cabai Ditanam, Yapen Jaga Inflasi

Wabup Roi Palunga dorong Ariepi 2 menjadi sentra cabai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Natal dan Tahun Baru.

KEPYAPENKAB.GO.ID, KOSIWO – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencanangkan penanaman 15.000 bibit cabai bersama Kelompok Tani Rajawali di Kampung Ariepi 2, Distrik Kosiwo, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roy Palunga bersama jajaran Forkopimda, instansi terkait, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta para petani setempat.

Dalam sambutannya, Roy Palunga memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Rajawali dan masyarakat Ariepi 2 yang telah menunjukkan semangat dalam mengembangkan komoditas pertanian, khususnya cabai.

Menurutnya, cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus berpengaruh terhadap perkembangan harga dan inflasi di Kota Serui.

“Jadi, apabila harga cabai mahal, kita masyarakat Kosiwo sekarang telah mampu memproduksi sendiri. Hal ini memberi arti bahwa kita sedang menolong dan menjaga stabilitas ekonomi daerah kita,” ujar Roy.

Roy menjelaskan, gerakan penanaman cabai tersebut sejalan dengan tiga program utama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, yakni Gerakan Yapen Tanam Cepat Panen, Ekonomi Kampung Bakti, serta Jaga Tanah karena Tanah adalah Masa Depan.

Melalui Gerakan Yapen Tanam Cepat Panen, tanaman cabai diproyeksikan sudah dapat dipanen sekitar 75 hari setelah ditanam sehingga manfaat ekonominya dapat segera dirasakan para petani.

Sementara melalui program Ekonomi Kampung Bakti, Kampung Ariepi 2 diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi cabai. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah dapat dikurangi, harga lebih terkendali, dan perputaran ekonomi dapat berlangsung di tingkat kampung.

“Jaga tanah karena tanah adalah masa depan. Tanah kita subur, ini berkat dari Tuhan. Jangan sampai tanah yang kita miliki dibiarkan tidur begitu lama,” pesannya.

Roy juga meminta Kelompok Tani Rajawali menjaga kebun dengan baik, mempertahankan kekompakan, serta aktif memantau tanaman dari ancaman serangan hama.

Kepada Dinas Pertanian dan para penyuluh, ia meminta pendampingan kepada petani terus dilakukan, mulai dari penyediaan pupuk dan obat-obatan hingga membantu membuka akses pasar.

Jika kebutuhan cabai di Serui telah tercukupi, hasil produksi petani diharapkan dapat dipasarkan ke kabupaten terdekat sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain cabai, Roy juga meminta perhatian terhadap komoditas tomat. Menurutnya, ketersediaan cabai dan tomat perlu dijaga untuk memastikan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember mendatang tetap aman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Jeffry Max Boy Manderi, S.E., menjelaskan Kelompok Tani Rajawali beranggotakan 20 orang dan telah menyiapkan lahan untuk penanaman cabai meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan peralatan pertanian.

“Kelompok ini karena bersemangat, maka mereka telah menyiapkan lahan untuk ditanami cabai sebanyak 15.000, yang terdiri dari 7.000 di tempat demplot atau tempat pelatihan yang kita lihat, dan 8.000 ada di masing-masing kelompok,” ungkap Jeffry.

Ia mengatakan, gerakan penanaman cabai tersebut menjadi langkah penting dalam menghadapi kondisi iklim yang dapat memengaruhi produksi pertanian.

Jeffry juga menyebutkan, berdasarkan rapat koordinasi inflasi mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri, posisi Kepulauan Yapen masih berada di zona merah, meskipun harga cabai masih berada di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Karena itu, produksi cabai lokal diharapkan dapat memperkuat pasokan sekaligus menjadikan Kepulauan Yapen sebagai salah satu daerah penghasil cabai yang dapat mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

“Harapannya, Kepulauan Yapen bisa menjadi penyumbang sekaligus lumbung cabai yang nantinya dapat didistribusikan melalui fasilitas distribusi pangan (FDP),” jelasnya.

Untuk mendukung keberhasilan petani, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga terus membangun sinergi dengan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP), khususnya dalam membantu pengolahan lahan-lahan pertanian.

Kegiatan penanaman tersebut turut dihadiri Dandim 1709/Yapen Waropen, Kapolres Kepulauan Yapen, perwakilan Yon TP, Kepala Distrik Kosiwo atau yang mewakili, Kepala Kampung Ariepi 2, para penyuluh pertanian Distrik Kosiwo, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta ketua dan seluruh anggota Kelompok Tani Rajawali.