Distrik Ambai – Upaya mencegah stunting tidak berhenti pada penyaluran bantuan pangan. Perhatian orang tua dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup setiap hari menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan program tersebut.
Pesan itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, saat menyalurkan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tahap ketiga di wilayah pelayanan Puskesmas Reradumpi, Distrik Kepulauan Ambai.

Penyaluran ini menandai berakhirnya rangkaian pelayanan Genting yang menjadi tanggung jawab Cyfrianus sebagai orang tua asuh. Bantuan berupa bahan pangan bergizi diberikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan anak-anak yang menjadi sasaran program, dengan harapan risiko stunting dapat ditekan.
Di hadapan para orang tua, Cyfrianus mengingatkan bahwa bantuan tersebut harus digunakan sesuai peruntukannya. Ia meminta para ibu memprioritaskan kebutuhan anak yang terdata sebagai sasaran, bukan membagikan bahan pangan itu untuk konsumsi seluruh anggota keluarga.
“Bantuan ini khusus untuk anak yang hari ini ibu-ibu bawa ke sini. Karena itu, saya berharap bahan makanan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk anak, sehingga kebutuhan gizinya terpenuhi dan mereka dapat tumbuh lebih baik,” ujarnya.
Menurut Cyfrianus, tantangan berikutnya justru berada di lingkungan keluarga. Setelah bantuan diterima, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan makanan secara teratur dan sesuai petunjuk yang telah disampaikan oleh instansi teknis.
Ia menilai, kedisiplinan dalam memberikan asupan gizi menjadi bagian penting dari upaya membantu anak keluar dari risiko stunting. Pemerintah dan orang tua asuh dapat memberikan dukungan, tetapi pelaksanaan sehari-hari tetap membutuhkan perhatian serius dari keluarga.

“Pemerintah sudah berupaya memberikan bantuan dan petunjuk. Selanjutnya, ibu-ibu yang mempunyai tanggung jawab untuk memperhatikan anak-anak di rumah, termasuk makanan yang diberikan setiap hari,” kata Cyfrianus.
Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak merupakan generasi masa depan yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, upaya pencegahan stunting perlu dibangun melalui kerja sama antara pemerintah, orang tua asuh, tenaga kesehatan, dan keluarga penerima manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, Cyfrianus didampingi Kepala Baperida Kepulauan Yapen Samuel Patasik, Sekretaris DP3AKB Wellem Antaribaba, serta staf bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Berakhirnya rangkaian penyaluran oleh Cyfrianus tidak berarti kegiatan Genting berhenti. Ia menyampaikan bahwa tanggung jawab berikutnya akan dilanjutkan oleh Kepala Baperida Semuel Patasik, yang dijadwalkan melaksanakan penyaluran dalam dua kesempatan selanjutnya.
Pergantian pelaksana ini menjadi bagian dari kesinambungan keterlibatan pimpinan perangkat daerah dalam mendukung anak-anak yang membutuhkan perhatian terkait pemenuhan gizi.

Menutup arahannya, Cyfrianus mengajak para orang tua untuk tetap berusaha dan berdoa agar bantuan serta pendampingan yang diberikan membawa manfaat bagi pertumbuhan anak.
Ia berharap kedisiplinan keluarga dalam menerapkan pola pemberian makanan bergizi dapat berjalan seiring dengan dukungan pemerintah, sehingga anak-anak di wilayah pelayanan Puskesmas Reradumpi dapat tumbuh sehat dan risiko stunting dapat ditekan. (**)







