Ambai – Pemenuhan gizi anak menjadi perhatian dalam pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kabupaten Kepulauan Yapen. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Baperida Kepulauan Yapen, Semuel Patasik, mengambil peran sebagai orang tua asuh dengan menyalurkan bantuan tahap pertama bagi anak-anak sasaran di wilayah pelayanan Puskesmas Reradumpi, Distrik Kepulauan Ambai.

Kegiatan pada Jumat (23/10/2026) tersebut diawali dengan pemeriksaan kondisi fisik dan pemantauan status gizi anak-anak serta ibu hamil. Pemeriksaan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran lingkar lengan atas (LiLA). Tahapan ini dilakukan sebelum penyerahan bantuan sebagai bagian dari upaya mengetahui kondisi awal sasaran dan mengidentifikasi risiko masalah gizi yang membutuhkan perhatian tenaga kesehatan.
Hasil pengukuran tersebut dapat menjadi bahan pemantauan bagi tenaga kesehatan untuk melihat pertumbuhan anak dan kondisi gizi ibu hamil. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, perubahan kondisi sasaran dapat diketahui sehingga tindak lanjut pelayanan kesehatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Setelah pemeriksaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bahan pangan bergizi kepada keluarga sasaran. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui keterlibatan langsung pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai orang tua asuh.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, Sekretaris DP3AKB Wellem Antaribaba, serta staf bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Keterlibatan Semuel sebagai orang tua asuh merupakan bagian dari kesinambungan pelaksanaan program Genting setelah Cyfrianus menuntaskan penyaluran bantuan tahap ketiga dalam rangkaian tugasnya di wilayah pelayanan Puskesmas Reradumpi. Selanjutnya, Semuel menjalankan perannya melalui penyaluran bantuan tahap pertama sesuai rangkaian pelayanan yang menjadi tanggung jawabnya.

Program Genting tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Bantuan yang diterima perlu dimanfaatkan sesuai peruntukannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak yang menjadi sasaran.
Dalam arahannya pada penyaluran sebelumnya, Cyfrianus mengingatkan para orang tua agar bahan pangan yang diberikan diprioritaskan bagi anak sasaran, bukan digunakan untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan orang tua dalam memberikan makanan bergizi secara teratur. Menurut dia, pemerintah dapat memberikan dukungan melalui bantuan dan pendampingan, tetapi pelaksanaan pemenuhan gizi sehari-hari tetap membutuhkan perhatian serius keluarga.
Karena itu, orang tua diharapkan mengikuti petunjuk tenaga kesehatan, memperhatikan pola makan anak, serta membawa anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai jadwal pemantauan. Langkah tersebut penting agar pertumbuhan anak dapat terus dipantau dan risiko gangguan gizi dapat ditangani sedini mungkin.
Keterlibatan pimpinan OPD sebagai orang tua asuh menjadi salah satu bentuk dukungan lintas sektor dalam pencegahan stunting di Kepulauan Yapen. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan keluarga diperlukan agar bantuan pangan disertai pemantauan serta pengasuhan yang tepat.

Melalui penyaluran bantuan Genting tahap pertama oleh Plt Kepala Baperida Semuel Patasik, diharapkan perhatian terhadap pemenuhan gizi anak dan ibu hamil semakin kuat. Pemeriksaan kesehatan, bantuan pangan, dan kedisiplinan keluarga menjadi bagian yang saling melengkapi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta menekan risiko stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen. (**)







