sbobet onlineslot gacor
GPDP Yapen Selatan Gelar Sidang Klasis VI, Bahas Pelayanan dan Kepemimpinan Baru - KEPULAUAN YAPEN

GPDP Yapen Selatan Gelar Sidang Klasis VI, Bahas Pelayanan dan Kepemimpinan Baru

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen mengapresiasi pelaksanaan sidang sebagai momentum memperkuat pelayanan gereja, persatuan jemaat, dan pembinaan generasi muda di tengah tantangan zaman.

KEPYAPENKAB.GO.ID, Kosiwo – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menghadiri pembukaan Sidang Klasis VI Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Klasis Yapen Selatan yang berlangsung di Jemaat GPDP Horeb Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Rabu (27/5/2026).

Sidang Klasis VI ini mengusung tema “Barang Siapa Menang Dan Melakukan Pekerjaan-Ku Sampai Kesudahannya, Kepadanya Akan Kukaruniakan Kuasa Atas Bangsa-Bangsa” yang diambil dari Wahyu 2:26. Sementara subtema yang diangkat yakni “Dengan Sidang Klasis ke VI, Kita Tingkatkan Pelayanan Pekerjaan Tuhan Sampai Kedatangan-Nya, Akan Menerima Mahkota Kehidupan Kekal.”

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen diwakili Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kepulauan Yapen, Oktovianus Ayorbaba, yang disambut dengan pengalungan bunga oleh panitia dan jemaat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Distrik Kosiwo Melianus Rumbewas, Kepala Kampung Sarawandori bersama aparatur kampung dan Bamuskam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Badan Persekutuan Gereja Kampung Sarawandori, serta unsur pelayanan gereja dari berbagai tingkatan.

Hadir pula Ketua Umum Gereja Pentakosta di Papua selaku Badan Pekerja Harian Sinode, Pdt. Dr. Robert Rulan Marini, Badan Pekerja Daerah Provinsi Papua, Badan Pekerja Klasis, para gembala sidang, majelis jemaat, serta utusan dari 13 jemaat GPDP Klasis Yapen Selatan.

Pembukaan sidang diawali dengan ibadah yang dipimpin langsung oleh Pdt. Dr. Robert Rulan Marini. Dalam khotbah yang terambil dari Wahyu 2:26, ia menekankan tiga hal penting kepada jemaat.

Pertama, karakter seorang pemenang sejati harus memiliki ketekunan aktif dalam pelayanan dan tetap setia kepada Tuhan tanpa kompromi terhadap dosa maupun tekanan hidup.

“Pemenang sejati di mata Tuhan adalah mereka yang tetap setia sampai akhir. Walau menghadapi tekanan ekonomi dan tantangan hidup, Tuhan tetap menyertai umat-Nya,” ujarnya.

Kedua, ia menegaskan bahwa iman harus dijaga sampai garis akhir kehidupan. Menurutnya, kesetiaan kepada Tuhan tidak memiliki batas waktu dan harus dipertahankan hingga akhir.

Ketiga, ia menyampaikan bahwa ada upah bagi orang percaya yang menang dan tetap melakukan pekerjaan Tuhan sampai kesudahannya, yakni kuasa dan mahkota kehidupan kekal sebagaimana janji Tuhan dalam kitab Wahyu.

Usai ibadah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan sidang yang diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars GPDP, kemudian dilanjutkan laporan panitia pelaksana dan pembukaan kegiatan oleh Pemerintah daerah.

Dalam sambutan Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy yang dibacakan Plh Sekda Kepulauan Yapen Oktovianus Ayorbaba, pemerintah daerah memberikan apresiasi atas terselenggaranya Sidang Klasis VI GPDP Yapen Selatan.

Pemerintah daerah menilai sidang klasis merupakan momentum penting untuk mengevaluasi program pelayanan gereja sekaligus memperkuat kedewasaan iman jemaat dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran GPDP Klasis Yapen Selatan atas terlaksananya sidang ini. Gereja harus menjadi tempat membangun persaudaraan dan penguatan iman umat,” demikian kutipan sambutan Bupati.

Dalam sambutan tersebut juga ditekankan pentingnya menjaga kemurnian pelayanan gereja tanpa membawa pola-pola politik praktis ke dalam kehidupan organisasi gereja.

Selain itu, pemerintah daerah mengajak gereja terus memperkuat kemitraan strategis bersama pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, serta pembinaan generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan meningkatnya kasus HIV/AIDS di Papua.

Pemerintah berharap gereja dapat menjadi garda terdepan dalam pembinaan moral generasi muda melalui pelayanan mimbar, persekutuan keluarga, pelayanan pemuda, serta kegiatan diakonia di tengah masyarakat.

Sementara itu, sambutan Badan Pekerja Daerah Provinsi Papua yang diwakili Ketua Biro Peria BPD Provinsi Papua, Pdt. Frans Merani, menegaskan bahwa Sidang Klasis VI bukan hanya agenda organisasi gereja, tetapi merupakan panggilan iman untuk meningkatkan kualitas pelayanan di tengah tantangan zaman.

Ia mengingatkan seluruh peserta sidang agar menjaga persatuan dan menyelesaikan setiap dinamika organisasi dengan hikmat rohani serta kasih persaudaraan.

“Tujuan kita adalah memenangkan pekerjaan Tuhan, bukan memenangkan ego pribadi,” ujarnya.

Ketua Umum GPDP, Pdt. Dr. Robert Rulan Marini, menjelaskan bahwa pelaksanaan sidang klasis merupakan amanat hasil Sidang Sinode GPDP yang sebelumnya dilaksanakan di Kaimana.

Menurutnya, setelah pelaksanaan sidang daerah, seluruh klasis di berbagai wilayah diwajibkan melaksanakan sidang sebagai bagian dari evaluasi program kerja, konsolidasi organisasi, dan penyusunan program pelayanan ke depan.

“Harapan kami semua tingkatan organisasi gereja dapat bekerja solid, menjaga persatuan, memperkuat pelayanan internal, dan bersama-sama menjaga Papua bagi Kristus,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Sidang Klasis VI GPDP Yapen Selatan, Yosias Ambokari, mengatakan sidang ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari para gembala jemaat, sekretaris, bendahara jemaat, serta unsur wadah pelayanan pria, wanita dan pemuda dari 13 jemaat GPDP Klasis Yapen Selatan.

Ia menjelaskan salah satu agenda utama dalam sidang tersebut adalah pemilihan Ketua Klasis yang baru untuk melanjutkan masa pelayanan lima tahun ke depan.

“Kami berharap melalui sidang ini akan terpilih pemimpin klasis yang mampu melaksanakan tugas pelayanan dengan lebih baik serta membawa jemaat semakin siap menyambut kedatangan Tuhan,” ujarnya.

Sidang Klasis VI GPDP Yapen Selatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 27 hingga 28 Mei 2026, di Jemaat GPDP Horeb Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen.