KEPYAPENKAB. GO. ID, Angkaisera – Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak tidak hanya berbicara tentang pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga tentang bagaimana kebutuhan gizi dipenuhi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia dua tahun.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan penyerahan bantuan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen kepada ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta) di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Menawi, Distrik Angkaisera, Jumat (25/9/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai orang tua asuh, Bupati menyerahkan bantuan yang diperuntukkan bagi penerima manfaat sebagai bagian dari dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak.
Bantuan tersebut antara lain berupa paket kebutuhan pangan dan bahan makanan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi ibu hamil dan anak pada masa awal pertumbuhan.
Kehadiran Bupati di tengah para penerima manfaat juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi ibu dan anak serta mendengar kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan dan pemenuhan gizi.

Bagi pemerintah daerah, perhatian terhadap ibu hamil dan anak usia dini merupakan bagian penting dalam upaya mencegah persoalan gizi dan stunting. Sebab, masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun merupakan periode penting yang dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pada periode tersebut, pemenuhan gizi, kesehatan ibu, serta tumbuh kembang anak menjadi perhatian yang membutuhkan dukungan bersama, bukan hanya dari pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga dari keluarga dan masyarakat.

Melalui program orang tua asuh, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berupaya memperkuat dukungan tersebut dengan menghadirkan perhatian secara langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
Kegiatan di wilayah Puskesmas Perawatan Menawi sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dalam memastikan pelayanan kepada ibu dan anak berjalan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen terus mendorong agar upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak dilakukan secara bersama-sama. Dukungan terhadap pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam mencegah stunting dan membangun generasi Yapen yang sehat dan berkualitas.






