KEPYAPENKAB. GO. ID, Serui – Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga menghadiri pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) Antarwaktu Kampung Nundawipi, Distrik Yapen Selatan, Jumat (14/8/2026). Ia meminta seluruh pihak menjadikan proses pemilihan tersebut sebagai contoh pelaksanaan demokrasi kampung yang aman, tertib, netral, dan dapat diterima seluruh masyarakat.
Pemilihan tersebut diikuti empat calon, yakni Evalin Numberi nomor urut 1, Ayub Worum nomor urut 2, Indewi Wayoi nomor urut 3, dan Henci Papare nomor urut 4. Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT), terdapat 240 pemilih yang memiliki hak suara dalam pemilihan tersebut.

Roi mengatakan kehadiran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai kesepakatan yang telah dibuat bersama, terutama berkaitan dengan DPT dan pelaksanaan pemungutan suara.
Menurutnya, beberapa pelaksanaan pemilihan kepala kampung sebelumnya sempat diwarnai dinamika politik yang cukup kuat. Karena itu, ia berharap Pilkakam Antarwaktu Nundawipi dapat menjadi contoh agar setiap tahapan berjalan dengan baik dan hasilnya dapat diterima oleh seluruh kandidat maupun masyarakat.
“Sehingga apa yang menjadi hasil pemilihan nanti tidak lagi dipersoalkan dan tidak menjadi keberatan bagi yang tidak menang,” kata Roi.
Ia menegaskan, pemilihan tersebut merupakan proses pergantian antarwaktu sehingga masa jabatan kepala kampung terpilih akan berlangsung hingga 2029. Karena itu, seluruh kandidat dan pendukungnya diminta mengedepankan kepentingan bersama serta menjaga hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.

Roi juga menekankan pentingnya konsistensi panitia dalam menggunakan DPT yang telah ditetapkan. Ia mengingatkan agar tidak ada pemilih yang tiba-tiba mengaku sebagai warga Kampung Nundawipi untuk kemudian dimasukkan dalam daftar pemilih.
“Kalau ada yang datang mengaku sebagai penduduk Nundawipi, sementara namanya tidak terdaftar, kita harus tetap mengacu kepada DPT yang sudah ada. Ini sudah disepakati oleh empat kandidat bersama panitia,” tegasnya.
Selain persoalan DPT, Roi meminta panitia memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat mengenai tata cara pencoblosan surat suara. Hal itu dinilai penting agar tidak terjadi kesalahan teknis yang dapat memengaruhi keabsahan suara.
Ia bahkan menunjukkan contoh surat suara yang digunakan dalam Pilkakam Antarwaktu Nundawipi dan menjelaskan cara melipat serta mencoblos surat suara dengan benar.
“Ini yang harus kita sama-sama kasih pemahaman kepada mereka yang memilih, supaya tidak terjadi kesalahan,” ujarnya.
Roi juga mengingatkan panitia dan seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga netralitas selama proses pemilihan. Menurutnya, netralitas menjadi salah satu kunci agar hasil pemilihan benar-benar mencerminkan pilihan masyarakat
Kepada keempat kandidat, Roi meminta agar siapa pun yang memperoleh suara terbanyak dapat diterima dengan lapang dada. Ia menilai seluruh kandidat dan masyarakat Kampung Nundawipi pada dasarnya merupakan satu keluarga sehingga perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak hubungan sosial.
“Sekalipun kita belum menang, kita harus berbesar hati. Kita semua di kampung ini keluarga. Jangan hanya gara-gara pemilihan ini kemudian terjadi konflik,” pesannya.
Roi berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berlangsung aman hingga penetapan hasil. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga suasana kampung tetap kondusif karena proses pemilihan berlangsung di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki ikatan kekeluargaan dan kehidupan keagamaan yang kuat.
“Apapun hasilnya nanti, saya berharap kita bisa menerima semuanya. Kita di kampung ini tetap aman,” pungkasnya.

Pelaksanaan Pilkakam Antarwaktu Kampung Nundawipi diikuti empat kandidat dengan DPT sebanyak 240 pemilih. Panitia pemilihan terdiri atas Chillion K Imbiri sebagai ketua, Jackie H Sembai sebagai sekretaris, serta Alex Wayoi, Yunita Wayoi, dan Stenly Imbiri sebagai anggota.







