KEPYAPENKAB. GO. ID, Pantura — Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga memulai pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tahap pertama di Distrik Yapen Utara dengan memberikan intervensi gizi kepada 40 sasaran yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun (baduta), Senin (20/7/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting melalui pemberian bantuan pangan bergizi secara berkelanjutan selama tiga bulan.
Roi Palunga hadir sebagai orang tua asuh didampingi Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Oktovianus Ayorbaba, jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A dan KB), Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Paulus Kayoi, Kepala Seksi Bina Ketahanan Keluarga Balita, Anak, dan Lansia Irmawati Tang, Kepala Distrik Yapen Utara Aldius Kanggunum, para kepala kampung, Kepala Puskesmas Tindaret, Kepala Puskesmas Yobi, tenaga kesehatan, serta masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kondisi kesehatan sasaran melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala. Setelah itu dilakukan penyerahan bantuan pangan bergizi berupa susu sesuai kelompok sasaran, telur, kacang hijau, dan gula pasir.
Kepala Seksi Bina Ketahanan Keluarga Balita, Anak, dan Lansia Irmawati Tang dalam arahannya menjelaskan bahwa Program Genting merupakan program nasional yang bertujuan mempercepat penurunan angka stunting melalui keterlibatan orang tua asuh.
Di Kabupaten Kepulauan Yapen terdapat 240 sasaran penerima manfaat. Khusus Wakil Bupati Roi Palunga, tanggung jawab diberikan kepada 40 sasaran yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tindaret dan Puskesmas Yobi.
“Dari 40 sasaran tersebut, sebanyak 23 berada di wilayah Puskesmas Tindaret dan 17 sasaran di Puskesmas Yobi. Mereka terdiri atas baduta, ibu hamil, dan ibu menyusui yang memiliki risiko mengalami stunting,” jelasnya.
Ia mengatakan bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran. Baduta memperoleh susu pertumbuhan sesuai usia, sedangkan ibu hamil dan ibu menyusui menerima susu khusus, ditambah dua rak telur, kacang hijau, dan gula pasir.

Menurutnya, seluruh bantuan tersebut harus dikonsumsi oleh penerima manfaat dan tidak dibagikan kepada anggota keluarga lainnya agar intervensi gizi berjalan efektif.
“Program ini berlangsung selama tiga bulan. Setiap bulan akan dilakukan pemantauan melalui penimbangan dan pengukuran kembali untuk melihat perkembangan status gizi penerima manfaat,” katanya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Roi Palunga menegaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis sehingga harus dicegah sejak dini.
Ia menjelaskan bahwa perhatian pemerintah difokuskan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta karena kelompok tersebut merupakan fase paling menentukan dalam pembentukan kualitas generasi mendatang.
“Kalau pencegahan dilakukan sejak awal, kita sedang menyelamatkan generasi masa depan. Anak-anak harus memperoleh asupan gizi yang cukup sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun,” ujar Roi.

Ia mengingatkan seluruh keluarga agar bantuan pangan yang diterima benar-benar dikonsumsi oleh sasaran.
“Telur, susu, dan bahan makanan lainnya harus dimakan oleh ibu hamil, ibu menyusui, maupun baduta yang menjadi penerima manfaat. Jangan dibagi kepada anggota keluarga lain karena tujuan program ini adalah memperbaiki status gizi mereka,” katanya.
Wabup Roi juga meminta tenaga kesehatan di Puskesmas Tindaret dan Puskesmas Yobi melakukan pendampingan secara intensif selama pelaksanaan program agar perkembangan setiap sasaran dapat dipantau.

Ia berharap setelah tiga bulan pelaksanaan Genting terdapat peningkatan berat badan, perbaikan status gizi, dan penurunan jumlah anak berisiko stunting di Distrik Yapen Utara.
“Kita ingin semakin sedikit anak yang mengalami kekurangan gizi. Harapan pemerintah daerah adalah melahirkan generasi Kepulauan Yapen yang sehat, cerdas, dan mampu menjadi pemimpin di masa depan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Yapen Utara Aldius Kanggunum menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayahnya.
Ia menilai kehadiran langsung Wakil Bupati sebagai orang tua asuh memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta.
“Kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program ini dengan baik. Bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya sehingga pada evaluasi bulan depan terlihat adanya peningkatan kualitas gizi penerima manfaat,” kata Aldius.
Ia menambahkan Pemerintah Distrik Yapen Utara bersama dua puskesmas akan terus mendukung pelaksanaan Program Genting melalui pendampingan kepada keluarga penerima manfaat agar tujuan penurunan stunting dapat tercapai.







