KEPYAPENKAB.GO.ID, Yawakukat — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen mengambil langkah tidak biasa untuk memastikan kuota pupuk subsidi di wilayahnya terserap maksimal. Bupati Benyamin Arisoy dan Wakil Bupati Roi Palunga menggunakan penghasilan pribadi mereka untuk menebus sisa kuota pupuk subsidi yang tidak mampu dibeli oleh kelompok tani, lalu membagikannya secara cuma-cuma.

Aksi ini dilakukan guna membantu petani tradisional yang kerap terkendala modal, sekaligus menyelamatkan kuota pupuk subsidi daerah agar tidak dipangkas oleh pemerintah pusat di tahun mendatang.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Roi Palunga kepada para petani kakao di Kampung Kontiunai, Distrik Yawakukat, Selasa (21/4/2026). Selain pupuk jenis Phonska, bantuan yang diberikan mencakup fungisida merek Pemulus untuk mengatasi jamur pada tanaman kakao serta herbisida Roundup.

Wakil Bupati Roi Palunga menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah melihat fenomena banyaknya pupuk subsidi yang mengendap di penyalur karena tidak ditebus oleh kelompok tani. Para petani tradisional di Yapen umumnya mengelola lahan dalam skala kecil dan tidak sanggup membeli pupuk dalam jumlah besar (per karung).
”Para petani kita rata-rata hanya butuh beberapa kilogram saja. Karena tidak mampu menebus satu karung penuh di penyalur resmi, mereka terpaksa membeli di toko umum dengan harga non-subsidi yang jauh lebih mahal. Ini sangat membebani mereka,” ujar Roi.

Ia menegaskan bahwa anggaran untuk penebusan pupuk ini tidak berasal dari APBD ataupun Dinas Pertanian, melainkan murni dari kantong pribadi pimpinan daerah. “Saya dan Bapak Bupati Benyamin Arisoy berinisiatif patungan dari gaji kami untuk menebus pupuk ini agar bisa dinikmati masyarakat. Kami tidak ingin kuota ini hangus,” ungkap Wabup Roi Palunga
Jika kuota pupuk subsidi tidak habis terserap, daerah tersebut terancam dianggap tidak membutuhkan bantuan, sehingga alokasi untuk tahun berikutnya berisiko dikurangi.
Selain masalah ketersediaan pupuk, para petani kakao di Kontiunai juga menghadapi tantangan hama jamur. Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepulauan Yapen, Amirudin, menyebutkan bahwa banyak tanaman kakao warga yang terserang jamur upas yang ditandai dengan bercak putih pada batang dan daun muda.

”Kami menyertakan bantuan obat-obatan (fungisida) sesuai kebutuhan di lapangan. Dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Para petugas penyuluh lapangan (PPL) akan memberikan pendampingan mengenai takaran dosis yang tepat. Jangan sampai pemberian yang berlebihan justru membuat tanaman mati,” kata Amirudin.
Efraim Merani, perwakilan kelompok tani Kampung Kontiunai, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah yang turun langsung ke kebun-kebun warga. Ia berharap bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas kakao yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga di kampungnya.
Meski dimulai dari Kampung Kontiunai, pembagian bantuan serupa direncanakan menyasar petani-petani lain yang tersebar di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen. Pemerintah daerah juga mengingatkan para penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut untuk kepentingan produksi dan tidak memperjualbelikannya kembali.







