Kurudu – Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melakukan pertemuan bersama warga Distrik Pulau Kurudu, bertempat di kediamannya di Kampung Kurudu. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ebzon Sembai serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga C.H Marani. Rabu, 25/2/2026.
Masyarakat dari Kaipuri, Doreiamini, Andersaria, Kirimbri, Manusundu, Mnukwar, Mansesi dan Kurudu hadir menyampaikan langsung sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta pemerintahan kampung.

Guru-guru meminta adanya rumah guru dan rumah singgah berpola asrama agar murid-murid dari kampung sekitar dapat tinggal dekat dengan SMP Satu Atap Kurudu. Sementara tenaga medis di Puskesmas Kurudu mengusulkan penyediaan saluran air bersih serta pemerataan tenaga medis dan dokter.
Masyarakat juga meminta peningkatan jalan lingkar Pulau Kurudu agar akses transportasi darat lebih lancar, serta meminta persoalan kantor distrik segera diselesaikan agar aktivitas pemerintahan berjalan normal.

Dalam kesempatan itu, Bupati membuka diskusi dengan menjelaskan kondisi keuangan daerah. Ia menyampaikan bahwa saat dirinya dilantik pada 20 Februari 2025, struktur APBD telah ditetapkan pemerintahan sebelumnya. Pada 2025 dan 2026, dana transfer ke daerah (TKD) dari pusat mengalami efisiensi cukup besar secara nasional.
“Bapak, Ibu masyarakat harus tahu hal ini. APBD Kabupaten Kepulauan Yapen sebelumnya berada di atas Rp1 triliun. Namun pada tahun-tahun kepemimpinan saya terjadi efisiensi nasional di semua daerah, sehingga APBD tahun 2026 hanya sekitar Rp900 miliar lebih. Tentu ini sangat berpengaruh pada semua sektor. Kita memang dalam keterbatasan,” tuturnya.

Karena itu, Bupati menegaskan bahwa dalam kondisi terbatas, seluruh ASN tanpa terkecuali wajib berada di tempat tugas dan melayani masyarakat.
“Apapun kondisinya, sebagai aparatur sipil negara yang sudah siap mengabdi, harus ada di tempat tugas. ASN wajib ada di tempat tugas. Itu sumpah janji untuk ditempatkan di mana saja dalam kondisi apa pun. Kesetiaan, ketaatan, integritas, prioritas dan kejujuran. Hal lainnya kita benahi secara bertahap,” tegasnya.
Bupati juga mengungkapkan hasil laporan yang diterimanya, termasuk survei internal yang dilakukan Yayasan Rumsram terkait kondisi pendidikan.

“Hasilnya, dari 10 sekolah yang ditinjau, 60 persen anak SD naik kelas tetapi belum bisa membaca, menulis dan berhitung. Salah satu dari 10 sekolah yang disurvey adalah SD di Pulau Kurudu. Ini memalukan. Masyarakat malu dan saya sebagai Bupati juga malu. Untuk itu saya benahi, itu tegas saya sampaikan. Bapak ibu guru, masyarkat, kepala kampung dan distrik bantu saya, kita benahi pendidikan di Yapen” ujarnya dengan nada serius.
Ia meminta kepala distrik dan kepala kampung benar-benar hadir di wilayahnya masing-masing sebagai perpanjangan tangan Bupati.
“Saya minta kepala kampung, bamuskam dan kepala distrik selalu ada di tempat tugas. Kalian adalah perpanjangan tangan Bupati. Lihat pendidikan, monitor sekolah-sekolah, ada gurunya atau tidak. Kalau ada persoalan laporkan. Hal-hal yang bisa diselesaikan, silakan selesaikan. Laporkan ke saya, ambil nomor whatsapp saya, hubungi saya,” katanya, disambut tepuk tangan masyarakat.

Bupati kemudian berdialog satu per satu dengan kepala kampung, kepala sekolah dan kepala puskesmas guna mendengar langsung kondisi riil di lapangan.
Bupati juga meminta peran aktif masyarkat dan pihak sekolah-sekolah untuk ada surat pelepasan tanah dan dokumen lainnya untuk dapat revitalisasi.
“Revitalisasi sekolah adalah program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui perbaikan atau rehabilitasi, pembangunan, dan penyediaan fasilitas yang aman serta layak. Jadi saya harap sekolah tidak tinggal diam, harus pro aktif, karena APBD kabupaten sangat terbatas. Revitalisasi adalah program yang harus diseriusi oleh sekolah, agar masalah-masalah yang dikeluhkan saat ini dapat terbantukan” jelas Bupati.
Di akhir kunjungan, Bupati Benyamin Arisoy bersama Ketua DPRK Ebzon Sembai dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, C.H Marani menyerahkan bantuan seragam sekolah dasar (SD) kepada sekolah-sekolah di Distrik Pulau Kurudu.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap peningkatan mutu pendidikan, sekaligus meringankan beban orang tua serta memotivasi siswa agar lebih semangat mengikuti proses belajar mengajar di wilayah kepulauan. (*)







