Kepulauan Yapen- Prihatin terhadap Pendidikan di Kepulauan Yapen, hari ini Pj. Bupati laksanakan Kunjungan ke SMA Onate, dimana dipilihnya SMA Onate sebab menurutnya merupakan sekolah yang merepresentasikan suku besar di tanah ini (Serui).

“Kenapa saya harus disini, karena saya prihatin dengan pendidikan di Yapen khususnya SMA Onate ini menjadi representasi dari suku besar di tanah ini, suku Onate, oleh sebab itu saya sebagai anak Mantuga, anak Onate saya perhatian sekali untuk SMA Ujarnya

Pj. Bupati Manderi melaporkan bahwa ada beberapa kendala yang ia temui di SMA ini, diantaranya ada beberapa bangunan yang tidak berfungsi sebab tidak adanya peralatan seperti pada Lab. Fisika, Lab. Kimia dan Lab. Biologi. Menurutnya hal ini sangat disayangkan sebab bangunan dan guru sudah ada namun perlatannya belum ada sehingga perlu dilihat kembali.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan persoalan berikutnya yaitu, dimana untuk diketahui lokasi sekolah (SMA Onate) ini masuk dalam wilayah 3T, oleh sebab itu ia meminta agar terkait insetif guru-guru di wilayah 3T perlu menjadi perhatian, sehingga ketika kesejahteraan guru tercukupi maka semangat mengajar pun akan baik.

Yang berikut ia menyampaikan bahwa ada persoalan yang perlu diintervensi, dimana ia menegaskan bahwa SMA Onate ini tidak boleh menjadi “sekolah pelarian” namun harus menjadi SMA yang hebat, sama dengan SMAN 1, SMAN 2 dan SMK.

Oleh sebab itu dengan kehadirannya pada saat ini, ia berharap di tahun ajaran baru SMA Onate ini harus diperioritaskan.

Selain itu Pj Bupati Kepulauan Yapen Welliam Manderi juga menyampaikan bahwa ada hal yang menjadi catatan khusus dimana ia akan bertemu dengan pihak Yayasan dan keluarga pemilik hak ulayat, terkait pelepasan yang diketahuinya telah tertahan selama 32 tahun dan hal ini menjadi pertanyaan baginya mengapa selama ini tidak dituntaskan.

Manderi mengatakan bahwa penting dirinya akan bertemu dengan yayasan, karena dari yayasan baru sekolah ini ada, untuk bersama-sama keluarga pemilik hak ulayat ini melihat, karena 32 tahun belum ada pelepasan, dan ini adala persoalan, selama 32 tahun orang-orang ini ada dimana semua ini?”.ujarnya

Tidak lupa ia juga berikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada para guru yang telah setia mengajar di SMA Onate.