Kepulauan Yapen, – Penjabat Bupati Kepulauan Yapen Welliam R Manderi pada hari Kamis, 21/12/2023 melakukan kunjungan kerjanya ke Distrik Wonawa di kampung yaimaria. Dalam kunjungannya ke Yaimaria sekaligus menghadiri peresmian Gedung Gereja GKI Elim Yaimaria. Begitu tiba, Pj Bupati Welliam Manderi disambut dengan tarian adat serta injak piring. Terpantau telah hadir juga mantan Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen, Yohanes G Raubaba, yang lebih dulu tiba dilokasi kegiatan.

Bersama sekda Kepulauan Yapen, Erny Tania, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Yapen, serta kepala Distrik Wonawa mendampingi Pj Bupati Welliam Manderi mengikuti acara Penthabisan Gedung Gereja GKI Elim Yaimaria. Anggota BP Am Sinode GKI Papua Wilayah 4 Pdt Resly Birahi bersama Penjabat Bupati Kepulauan Yapen meresmikan Gedung Gereja ini yang ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan Prasasti di ikuti Para Majelis Jemaat bersama jemaat mengantar perkakas Gereja ke dalam Gedung Gereja yang baru

Dalam Khotbahnya, Anggota BP Am Sinode GKI ditanah Papua Wilayah 4, Pdt Resly Birahi menyampaikan Firman Tuhan yang terangkat dalam 1 Raja Raja 8:1-13 Dalam sorotan tema “Kekuasaan dan kemuliaan Tuhan atas kehidupan Jemaat” 

Pdt Resly menyampaikan bahwa patut disyukuri karena proses pembangunan gedunh gereja GKI Elim Yaimaria telah selesai karena Allah Turut bekerja dalam proses pembangunan gedung gereja, dengan menggerakkan setiap pribadi tertentu, menggerakkan seluruh warga Jemaat Donatur dan pemerintah untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan pekerjaan rumah Tuhan sehingga kemuliaan Tuhan sungguh sungguh dapat dirasakan Seperti yang dialami raja Salomo dan Bangsa Israel dalam kitab 1 raja raja 8:1-13 Apa yang menjadi kerinduan Salomo dan umat Israel akhirnya benar benar terpenuhi memenuhi rumah Tuhan.

Pdt Resly menyampaikan bahwa Sikap hidup umat juga sangat penting diperhatikan selain pembangunan rumah Tuhan. Gereja juga harus melakukan pembangunan terhadap sikap hidup warga gereja ditengah arus jaman.

 

“Untuk apa gedung dan sarana fisik lengkap tetapi sikap hidup jemaat tidak berkenan dihadapan Tuhan.” Ujarnya 

 

GKI ditanah Papua juga akan mengakhiri tahun pelayanan 2023 dengan tema pembaruan warga jemaat, dan diharapkan pembaruan itu benar benar dialami oleh warga jemaat baik rohani, secara iman, sehingga semua bisa masuk tahun pelayanan baru 2024 yaitu pemberdayaan yang berarti Gereja bertanggung jawab untuk memberdayakan umatnya sehingga memasuki tahun pelayanan yang baru tugas pemberdayaan itu benar benar dapat dikerjakan, sehingga pembangunan secara fisik akan diikuti dengan pemberdayaan warga gereja lewat pelayanan majelis sehingga pembangunan fisik dan manusia sama sama dikerjakan oleh gereja.

Sementara itu, Penjabat Bupati Kepulauan Yapen Welliam R Manderi dalam sambutannya mengatakan bahwa gedung ini telah dibangun sejak 2019 dan selama 4 tahun warga jemaat telah berupaya membangun gedung Gereja ini dan mengucapkan selamat kepada warga jemaat GKI Elim Yaimaria. Dengan tersedianya gedung ini dirinya berharap warga dapat semangat dalam beribadah dan juga kepada majelis jemaat dalam memberikan pelayanan, melaksanakan tri panggilan gereja bersaksi, bersekutu dan melayani kepada warga jemaat. Keberhasilan jemaat dalam membangun gedung gereja ini adalah kemajuan selangkah ditengah pembangunan bidang keagamaan di kabupaten kepulauan Yapen dan mitra kerja dengan pemerintah serta sebagai kado spesial di akhir tahun 2023.

Dirinya berpesan kepada semua agar menjaga dan merawat gedung gereja agar keberadaan tidak rusak dan dapat bermanfaat untuk jangka waktu yang lama, selain itu menjelang pemilu dirinya mengajak warga jemaat untuk menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi pemilu pada 14 Februari 2024. Dirinya juga memberikan bantuan kepada jemaat GKI Elim Yaimaria sebesar Rp.30 Juta Rupiah