Serui – Menjelang 10 tahun kepemimpinan Bupati Kepulauan Yapen sejumlah indikator pembangunan dituangkan dalam sebuah karya yang akan menjadi catatan bagi kepulauan Yapen serta bagi pemimpin Kabupaten ini selanjutnya.

Hal tersebut disampaikan penanggung jawab STKIP Surya, Ones Runtuboy kepada media menjelaskan bahwa setelah Kabupaten Kepulauan Yapen ini ada buku 30 tahun, sehingga di dua periode kepemimpinannya bisa didokumentasikan dalam sebuah tulisan atau buku yang memiliki manfaat bagi Kabupaten ini tetapi juga bagi mereka yang akan meneruskan hasil pembangunan dari bupati dan wakil bupati Frans tinggalkan. Dari agenda tersebut ada beberapa hal yang akan ditawarkan antara lain:

  1. kepulauan Yapen dan orang Serui yang akan memberikan penekanan tentang makna orang Serui.
  2. Potret kepulauan Yapen di masa kepemimpinan Bupati dengan beberapa indikator yang akan ditentukan diantaranya indikator pembangunan, problematika semasa pembangunan dalam 10 tahun yang dikaitkan dengan visi dan misi Bupati.
  3. selanjutnya karya monumental dari bupati dan wakil bupati yang mana pada periode periode sebelumnya belum ditemukan, kemudian yang terakhir dari buku tersebut adalah Yapen hari ini hari esok serta tantangan dan harapan.

Dijelaskan ketua psw YPK Kepulauan Yapen ini bahwa hal tersebut adalah beberapa poin-poin penting yang akan dijelaskan dan dipaparkan dalam buku tersebut yaitu tentang akselerasi pembangunan Kabupaten Kepulauan riapen di masa kepemimpinan Bupati Tony Tesar dan wakil bupati Frans Sanadi selama 1 dekade.

“Jadi fokus kita 10 tahun terakhir, kita tidak mengulas 53 tahun Kabupaten Kepulauan Yapen tetapi 10 tahun Dalam usia 53 tahun Kabupaten Kepulauan Yapen.”

Penulisan dokumentasi kepemimpinan Bupati Kepulauan Yapen 10 tahun bersama wakil bupati terdiri dari sejumlah tim bukan hanya dari STKIP Surya sebagai penanggung jawab tetapi melibatkan sejumlah tim ahli yang telah bekerja sama antara lain dari universitas cendrawasih. Penulisan buku ini diharapkan dapat diselesaikan sebelum usai masa jabatan kepemimpinan Bupati Tony Tesar bersama wakil bupati Frans Sanadi 16 Oktober 2022 mendatang. Selain itu keterlibatan seluruh instansi terkait dalam pemberian data juga diharapkan dapat berkontribusi secara langsung.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Erny Reny Tania, S.I.P menjelaskan bahwa penandatanganan MOU ini sebagai tanda dimulainya pekerjaan ini. Penulisan buku ini tak berlebihan karena buku tersebut akan dikenang oleh semua orang tentang 10 tahun. Jika dilihat dari pembangunan, untuk bekerja rasanya masih kurang.

“Terima kasih pak ones dan jajaran yang akan menulis buku, nanti sambil berjalan kalau ada hal-hal yang perlu dengan kami dari Pemda, atau ada kekurangan data” ujarnya

Foto : Astry Jeanet Woisiri

Editor : Andrew Woria