1 Abad Injil Masuk di Serui Darat, Sub suku Tanao Gelar Seminar sehari.

 

Serui – Jelang 1 Abad Peringatan Masuknya Injil di Kampung Peradaban Tarau pada 14/04/2022, digelar seminar 100 Tahun masuknya Injil yang berlangsung di kampung Bawai. Dibawah Sorotan Tema  Mari Kitong Jadikan Kota Serui jadi Kota damai, dengan Sub tema sebagai umat beragama, bertekad merestorasi tanah leluhur menjadi Negeri Damai, seminar ini dihadiri perwakilan Keret dan 3 pilar. Ketua panitia 1 abad Peringatan Injil masuk di Tanau, Chris Payawa menjelaskan bahwa seminar ini sangat penting diikuti karena merupakan konteks peradaban kampung tanao. Selain itu, Chris Payawa juga  meminta agar toleransi antar umat beragama ini harus terus dijaga dengan baik.

Chris menjelaskan bahwa autobiografi Pioneer Gereja Guru Laurens Tanamal  menyebutkan Ada 3 pilar dalam proses masuknya Injil di Tanao serta  melibatkan 5 Keret, antara lain Sekelompok Islam, polisi orang Ambon, pedagang Cina Serui, serta warga kampung tanao.

Asisten II Perekonomian Sekda, Oktovianus Ayorbaba dalam Sambutannya menjelaskan bahwa seminar ini merupakan forum strategis dan dipandang penting dalam pembahasan 100 tahun Masuk nya Injil di tanao dimana perlu diketahui dengan jelas oleh masyarakat yang berdomisili di tanao lebih khusus generasi Kristen agar melaksanakan nilai nilai yang dikandung oleh sejarah

“Sejarah terkait 100 tahun Injil masuk di Serui darat, harus dipahami dan diketahui sehingga nilai nilai ini bisa diterapkan dalam kehidupan bergereja, jemaat dan bermasyarakat”  ujarnya

Pemerintah Daerah juga berpesan agar para peserta dapat serius untuk mengikuti kegiatan seminar secara baik sehingga nasib stansi seminar ini dapat mengindikasikan dan memberi pemahaman serta pengertian tentang sejarah peradaban di tanah adat tanao sehingga menjadi pedoman semasa hidup bagi masyarakat  berada diatas tanah ini, dengan demikian semua yang dipahami bisa memaknai dalam diri dan kehidupan sehari untuk lebih taat dan giat membangun iman kepada Tuhan melalui denominasi gereja diatas tanah ini.

Foto : Andrew Woria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat