Reporter : Andrew Woria

Serui – Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Yapen terus meningkat, hingga per 01/02/2022 tercatat hampir 100 kasus yang melakukan Isolasi Mandiri. Hal ini menyebabkan Posisi Kabupaten Kepulauan Yapen menempati level 3 bersama Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya. Bupati Tonny Tesar ketika dikonfirmasi oleh kepyapenkab.go.id di rujab pada Rabu/02/02/2022 menjelaskan bahwa PPKM level 3 di Kabupaten Kepulauan Yapen ini adalah hal yang wajar karena setiap hari ada peningkatan kasus  secara khusus pada 2 Distrik yaitu Distrik Anotaurei dan Yapen Selatan. Selain itu Tim satgas Covid-19 juga telah melakukan Testing Tracing dan treatment secara baik dan ini mendapat apresiasi darinya. Hal ini pun membantah isu yang menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen tak serius dan lalai dalam menangani Kasus Covid-19,

Jadi Jumlah Kasus itu, bukan berarti Tim tidak Kerja. Justru Tim Bekerja, masih aktif bekerja sehingga kita bisa melacak alamat orang orang, ktp yang masuk kan jelas, ada dari waropen, ada yang datang dari Jayapura ini biasa saja begitu ” tuturnya.

Dirinya mengajak masyarakat semua untuk sama sama melihat bahwa virus covid ini sedang naik sehingga bersama sama melaksanakan Protokol Kesehatan dengan baik dan jangan terlalu Parno (Paranoid) tetapi menjaga imun tubuh dengan baik, makan makanan bergizi dan berolahraga. Dirinya berharap juga bagi masyarakat yang belum vaksin agar segera mendapatkan vaksin. Karena berdasarkan pengalaman nya ketika belum di vaksin dan terpapar positif covid sebelumnya mengalami gangguan kesehatan yang cukup terganggu dengan waktu kesembuhan yang lama sementara ketika telah di vaksin dan terpapar hanya membutuhkan waktu singkat dengan gejala ringan saja.

Namun jika masyarakat tidak mau divaksin maka Bupati menghimbau agar bisa menguji kesaktiannya yaitu akan berhadapan dengan Virus Covid yang hidup, karena Vaksin yang diterima lewat suntikan adalah Virus Mati yang dimasukan ke  Tubuh dengan maksud membentuk antibodi tuturnya.

“Siapa yang kuat aduh kesaktian saja, kalau kuat ya bertahan, kalau tidak kuat ya sakit kita obati, tapi saya yakin kalau pemerintah daerah akan terus melakukan pendeteksian kepada semua kasus ini dan akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terpapar” ujarnya.

Ketika di tanyakan tentang pembatasan aktivitas, dijawab orang no 1 di Kabupaten Kepulauan Yapen ini bahwa tidak ada pembatasan yang signifikan, karena perekonomian harus tetap berjalan.

(Foto : Andrew Woria)