Ini Tanggapan Bupati Tonny tentang kematian pasca Vaksin

Reporter : Andrew Woria

Serui – Disela kegiatan trasing dan testing bagi para penumpang yang turun di pelabuhan Serui menggunakan KM Dobonsolo dari Jayapura pada hari Senin, 26/07/2021, Bupati kembali mengingatkan kepada para penumpang yang mengakhiri pelayarannya di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk tetap melakukan protokol kesehatan serta bagi yang belum di vaksin untuk dapat segera memperoleh layanan vaksin secara gratis pada pusat-pusat kesehatan. Hal ini sangat diperlukan untuk dapat membentuk hard immunity dalam satu wilayah.

“Vaksin ini bukan untuk membuat kekebalan tubuh, tapi vaksin ini penting untuk membuat imun tubuh kita siap untuk melawan virus covid 19 ini. Oleh karena itu saya mengajak masyarakat kalau saat ini mendengar ada orang yang vaksin namun terpapar lagi, atau ada orang yang sudah vaksin kemudian meninggal, Saya ingin menginformasikan agar informasi seperti ini harus dicerna secara baik, jadi vaksin ini tidak membuat orang kebal covid, bisa saja terpapar ulang kalau kita tidak menggunakan protokol kesehatan dengan baik” ujarnya.

Bupati menjelaskan bahwa ketika menyuntik vaksin pada tubuh seseorang tidak serta merta langsung meninggal dunia tetapi jika ditemukan seminggu kemudian seseorang meninggal dunia pasca divaksin maka harus dilakukan penelitian, apakah orang tersebut terpapar lagi atau ada penyakit lain. Karena ketika divaksin maka dibutuhkan waktu selama 21 hari untuk dapat menumbuhkan imun tubuh seseorang, kemudian diberikan lagi vaksin kedua yang juga membutuhkan waktu agar imun tubuh kita benar-benar siap ujarnya. Sehingga dirinya mengajak semua masyarakat untuk secara arif dan bijaksana mencermati sejumlah kasus meninggal dunia pasca di vaksin yang akhir ini meresahkan warga. Dijelaskan Bupati bahwa ada 14 kasus meninggal dunia yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Yapen di mana 90% diakibatkan karena belum divaksin. Sementara sisanya sudah divaksin untuk pertama kali. Dengan divaksin maka dapat melindungi diri kita dari paparan virus covid-19 serta melindungi orang-orang yang kita sayangi untuk terpapar virus covid-19 ungkapnya.

Tak hanya itu Kepada kepayapenkab.go.id, Bupati Tonny Tesar, S.Sos juga menjelaskan bahwa mengingat keterbatasan Rumah sakit Umum Daerah Serui saat ini yang mana bukan merupakan satu rumah sakit rujukan tetapi dengan upaya yang ada pemerintah daerah terus memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar serta terkonfirmasi positif covid-19 jumlah kasur yang sebelumnya dari 10 tempat tidur menjadi 34 tempat tidur, di mana Per hari ini ada 17 pasien Covid-19 yang dirawat pada ruang isolasi RSUD Serui saat ini.

(foto : Robby Mesak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat