Reporter : C.R.I

Ambaidiru – Guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kepulauan Yapen, Pemerintah sedang merencanakan untuk membuka sebuah program pendidikan yang disebut dengan Sekolah Sepanjang Hari (SSH), oleh sebab itu bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila pada selasa, 01 Juni 2021 Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos di dampingi Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kepulauan Yapen, Suhenny Tesar dan Tinna Sanadi beserta Pimpinan dan Anggota DPRD, Yapen Yohanes G. Raubaba, S.Sos dan Edward Norman Banua, ST., serta Kepala Bappeda, Ronny Ayorbaba, Kepala DMPK, Titin Pasodung, Kepala PUPR, Melantono, Kadis. Pendidikan, Zakaria Sanuari, Kadis. Perikanan, Daniel Reba, Kadis. Sosial, Saskar Paiderouw dan perwakilan tokoh agama melakukan kunjungan kerja di Ambaidiru, distrik Kosiwo guna melakukan pertemuan dan sosialisasi terkait SSH tersebut.

Untuk diketahui SSH (Sekolah Sepanjang Hari) ini merupakan Program terobosan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), yang berada kabupaten Kepulaun Yapen, secara umum di Tanah Papua, dimana pola sekolah ini mirip seperti sekolah yang memiliki asrama, namun yang membedakan yaitu siswa tidak diasramakan, namun sekolahlah yang menjadi asramanya, sehingga kegiatan siswa dari pagi seperti mandi pagi, beribadah, sarapan pagi, hingga dilanjutkan dengan kegiatan belajar dan kegiatan positif lainnya hingga sore hari, dilakukan disekolah dan setelah itu siswa tetap pulang ke rumah masing-masing. Dimana hal ini bertujuan untuk menerapkan disiplin dan akhlak keimanan yang baik bagi anak didik.

Menanggapi hal tersebut, dalam wawancaranya Pdt. Resly Birahy, S.Th., selaku ketua Klasis GKI Yapen Selatan yang juga hadir dalam kegiatan sosialisasi ini menyambut baik program terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah dan atas nama Gereja ia menyampaikan apresiasi. Ia juga menambahkan bahwa pihak gereja siap menopang tanggungjawab yang akan diberikan guna mendukung jalannya program ini dan juga sebagai saran kepada instansi terkait, ia menyampaikan bahwa nilai-nilai lokal perlu juga diperhatikan ketika nanti program tersebut telah dijalankan.

“ Aktifitas belajar dari anak-anak ini dari pagi sampai sore, otomatis disitu pasti ada nilai-nilai lokal yang akan juga sedikit mengalami pergeseran, karena itu pada bagian ini perlu dibicarakan secara baik, diatur secara strategis dan sinergis sehingga apa yang menjadi tujuan dan apa yang menjadi harapan dari system pendidikan ini bisa tercapai”.

(foto dan video : Robby Mesak)