KEPYAPENKAB.GO.ID, Serui – Selasa 5 Mei 2026 — Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen secara resmi membuka kegiatan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanganan stunting secara terpadu dan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa aksi konvergensi merupakan tahapan awal yang sangat penting untuk melakukan identifikasi persoalan serta analisis situasi di lapangan. Dengan demikian, program yang dirancang dapat benar-benar tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama melakukan identifikasi permasalahan serta analisis situasi di lapangan, sehingga program yang disusun benar-benar tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati.
Ia menekankan bahwa persoalan stunting bukan semata menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh sektor pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen, sinergi, dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat ditentukan oleh kualitas koordinasi lintas sektor dalam menjalankan berbagai program intervensi, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif yang menyasar langsung kelompok prioritas.
Wakil Bupati juga berharap melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi riil di lapangan, termasuk faktor penyebab stunting, sebaran wilayah terdampak, serta kelompok sasaran prioritas yang memerlukan perhatian serius pemerintah.
“Dengan data dan analisis yang akurat, kita dapat menyusun intervensi yang lebih terarah sehingga penanganan stunting berjalan lebih efektif,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan serius, aktif berdiskusi, serta memberikan masukan konstruktif guna menghasilkan rekomendasi yang berkualitas bagi perencanaan program penanganan stunting ke depan.
Wakil Bupati juga memberikan penekanan khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar hasil aksi konvergensi tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Seluruh hasil kegiatan ini harus ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang menyentuh masyarakat dan mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen,” tegasnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah OPD terkait, tenaga kesehatan, pemangku kepentingan, serta unsur masyarakat yang berkomitmen mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen.







