KEPYAPENKAB. GO. ID, Yapen Utara – Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga kembali menyalurkan bantuan bahan makanan bergizi kepada 40 penerima manfaat Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tahap III di Distrik Yapen Utara, Sabtu (24/10/2026). Bantuan ini ditujukan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun (baduta) untuk mendukung pemenuhan gizi serta pertumbuhan anak.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Puskesmas Tindaret. Sebanyak 23 penerima manfaat berada di wilayah kerja Puskesmas Tindaret, sedangkan 17 lainnya berada di wilayah kerja Puskesmas Yobi.

Bantuan yang diberikan meliputi susu sesuai kelompok sasaran, telur, kacang hijau, dan gula pasir. Roi meminta bantuan tersebut digunakan sesuai peruntukannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ibu dan anak yang menjadi sasaran program.
“Pemberian bahan makanan bergizi ini diharapkan membantu memperbaiki kondisi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Kita ingin mempersiapkan generasi Papua yang sehat, kuat, dan cerdas,” kata Roi.
Ia juga meminta tenaga kesehatan memantau perkembangan penerima manfaat sejak tahap pertama hingga tahap ketiga. Hasil pemantauan diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi kesehatan sekaligus mengevaluasi manfaat intervensi yang telah diberikan.

Kepala Puskesmas Tindaret Yosias Merani mengapresiasi dukungan Roi Palunga sebagai orang tua asuh sejak tahap pertama pelaksanaan Genting. Menurutnya, sejumlah penerima manfaat menunjukkan perkembangan selama mendapatkan bantuan dan pendampingan tenaga kesehatan.
Bidan Linda Maniagasi mencontohkan Amanda Waradibu, salah satu ibu hamil yang rutin memeriksakan kandungan dan menerima bantuan sejak tahap pertama hingga tahap ketiga.
Menurut Linda, Amanda mengalami peningkatan berat badan dan lingkar lengan selama masa pendampingan. Ia kemudian melahirkan bayi dengan berat badan normal, sementara kondisi ibu dan bayinya dilaporkan baik.
Tenaga kesehatan terus memantau penerima manfaat lainnya untuk mengetahui perkembangan kondisi ibu dan anak berdasarkan pemeriksaan berkala.

Roi menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan masyarakat, tidak hanya pemerintah. Ia mengajak kepala kampung, pemerintah distrik, dan warga untuk peduli terhadap keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
“Kita hidup bertetangga dan harus saling membantu. Kalau ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makanan, mari kita peduli,” ujarnya.
Ia berharap pendampingan gizi dan kepedulian masyarakat dapat membantu mengurangi jumlah keluarga yang membutuhkan intervensi di Distrik Yapen Utara.
Dalam kegiatan tersebut, Roi didampingi Sekretaris Distrik Yapen Utara Benyamin Yawandare, Kepala Puskesmas Tindaret Yosias Merani, Kepala Puskesmas Yobi Simon Karubaba, serta tenaga kesehatan.
Program Genting diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, pendampingan kesehatan, dan kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan. Melalui upaya ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berkomitmen mendukung lahirnya generasi emas Kepulauan Yapen, Papua, dan Indonesia yang sehat, cerdas, kuat, berdaya saing, serta mampu menjadi sumber daya manusia unggul bagi masa depan daerah dan bangsa.







