KEPYAPENKAB. GO. ID, – Kampung Numaman, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, terpilih mewakili Provinsi Papua dalam penjaringan calon juara Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.
Kesempatan ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kepulauan Yapen sekaligus momentum untuk memperkenalkan potensi kampung, terutama dalam pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan perkebunan.

Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menghadiri kegiatan pemaparan dan wawancara calon juara penjaringan desa dan kelurahan berprestasi tingkat nasional tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menyampaikan kepada tim penilai bahwa Kampung Numaman merupakan kampung yang terletak di kawasan pegunungan Kepulauan Yapen dengan sejumlah potensi unggulan yang terus dikembangkan masyarakat.
“Numaman berada di atas pegunungan Kepulauan Yapen dan memiliki potensi unggulan, terutama kopi yang hingga kini masih dikelola secara tradisional melalui kelompok tani dan keluarga. Komoditas ini menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat. Selain kopi, kampungini juga menghasilkan vanila, cokelat, dan berbagai jenis sayuran yang menjadi potensi penting di Kepulauan Yapen,” ujar Roi Palunga.
Ia juga menyoroti pemangkasan dana desa yang dinilai dapat berdampak terhadap keberlangsungan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di kampung. Menurutnya, dana kampung sangat dibutuhkan karena kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen masih sangat terbatas.
Dana kampung ini sangat dibutuhkan, mengingat kemampuan pemerintah daerah sangat terbatas. Karena itu, pemangkasan dana desa perlu menjadi perhatian agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di kampung tetap dapat berjalan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan Direktur Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa, Data dan Evaluasi Perkembangan Desa, serta tim penilai dari berbagai unsur, di antaranya bidang pengelolaan dana desa dan otonomi khusus, akademisi Universitas Sriwijaya, pakar kebijakan publik Universitas Indonesia, Bappenas, serta bidang penyelarasan pembangunan daerah khusus.

Dalam arahannya, Direktur Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa, Data dan Evaluasi Perkembangan Desa, menegaskan bahwa desa berprestasi diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam mendorong pembangunan.
“Menjadi lokomotif untuk memajukan desa-desa yang lain. Kemajuan desa adalah langkah awal untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan, Kepala Kampung Numaman, Yohanes Mora menjelaskan kondisi geografis, penyelenggaraan pemerintahan, kehidupan masyarakat, serta berbagai potensi dan program yang dapat mendukung peningkatan perekonomian kampung.

Kampung Numaman memiliki luas wilayah sekitar 915,25 hektare dan berada di kawasan Pegunungan Muman. Kondisi alamnya menyimpan potensi besar untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.
Sejumlah komoditas yang dikembangkan masyarakat meliputi kopi, vanili, dan berbagai jenis sayuran. Potensi tersebut dapat terus dikembangkan untuk memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong kemandirian kampung.

Pola permukiman masyarakat yang berkembang secara alami dan berdampingan dengan lahan perkebunan turut menjadi bagian dari karakteristik wilayah Kampung Numaman.
Melalui pemaparan tersebut, Kampung Numaman memperkenalkan potensi wilayah dan upaya pembangunan yang menjadi dasar pengembangan kampung ke depan. Keikutsertaan dalam penjaringan tingkat nasional ini diharapkan membuka peluang bagi Kampung Numaman untuk semakin dikenal serta menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Papua.

Keikutsertaan ini sekaligus membawa harapan bagi Kabupaten Kepulauan Yapen untuk menunjukkan bahwa potensi wilayah, penyelenggaraan pemerintahan kampung, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah dan Indonesia.







