RAPAT SENAT TERBUKA DALAM RANGKA DIES NATALIS PERTAMA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PGRI PAPUA SERUI 2019.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, pada kepemimpinan, Tonny Tesar, S.Sos dan Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA di periode ke-II ini, memperingati 7 tahun kepemimpinannya di kota ACIS tersebut. Dimana melalui peringatan 7 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen diharapkan dapat menciptakan SDM yang unggul demi terwujudnya Provinsi Papua Teluk Cendrawasih. Berbagai kegiatan pun dilaksanakan yang dirangkai dengan beberapa kegiatan, salah satunya yaitu Dies Natalis STKIP PGRI Papua.
Setahun sudah sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan di bawah naungan PGRI Papua di kota Serui berdiri,  dimana dalam peringatan Dies Natalis pertama STKIP PGRI Papua, dilaksanakan rapat senat terbuka yang dihadiri sejumlah pejabat daerah diantaranya, Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos, Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Ir. Alexander Nussy, MM, serta beberapa pimpinan Muspida diantaranya dandim 1709 Yawa, Letkol Inf. Leon Pangaribuan, Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Penri Erison, serta ketua senat STKIP PGRI Papua Drs. Orgenes Runtuboy.
STKIP PGRI Papua secara resmi berdiri berdasarkan SK MENRISTEKDIKTI No. 908/kpt/1/2018 tertanggal 16 Oktober 2018 dengan 2 program studi yakni program studi PGSD dan program studi pendidikan biologi.
pada sambutan Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos di hadapan tamu undangan serta dosen dan mahasiswa STKIP PGRI, Tonny Tesar berpesan kepada pengurus STKIP PGRI Papua, agar tetap menjaga eksistensi dan kemandirian di sekolah tersebut, yang harus ditunjukkan lewat kualitas para pendidik serta sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Sehingga dengan demikian STKIP PGRI Papua mampu menetaskan lulusan yang berkompeten guna mendukung pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Saat ini STKIP PGRI Papua baru memiliki 13 orang dosen tetap dan 11 dosen tidak tetap atau dosen luar biasa alumni UPI Bandung 25%, alumni Universitas PGRI Kanjuruan Malang 12,5% dan alumni Universitas Gadjah Mada 17% juga peserta alumni uncen Jayapura 12,5% serta perguruan tinggi lainnya 17% belum ada jabatan akademik karena baru diusulkan dan bagi dosen tetap, rata-rata dosen berkualifikasi strata II.
Sementara untuk proses pembelajaran berupa perkuliahan diselenggarakan dengan menggunakan 3 ruangan,  pada gedung STKIP PGRI Papua, ruang belajar SMA PGRI dan SMA 2, Serui juga satu ruang belajar SMA 2, Serui serta ruang lab. komputer.
Kepada humas ketua senat STKIP PGRI Papua Drs. Orgenes Runtuboy menjelaskan bahwa di momen Dies Natalis pertama ini, ada beberapa acara penting yang tidak sempat dilakukan dikarenakan kondisi keamanan di Papua. Orgenes juga menjelaskan bahwa perayaan hari ini merupakan sebagai sebuah rutinitas akademik dimana untuk membangun 1 kebersamaan komitmen untuk melanjutkan perjuangan sebagai sebuah perguruan tinggi swasta yang memiliki legalitas. Visi STKIP PGRI Papua sendiri yaitu mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan bermartabat yang bernuansa kearifan lokal yang bisa mengembangkan potensi potensi lokal di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Orgenes menjelaskan dengan 2 Prodi yang dimiliki oleh STKIP PGRI Papua di tahun ini baru memasuki semester ke-III dengan mahasiswa berjumlah 171 orang. STKIP sendiri pernah meluluskan sekitar 695 lulusan ketika jajaran nya masih memproses izin dari STKIP PGRI.
Tim liputan humas setda Kepulauan Yapen.

Leave a Reply