BUPATI KEPULAUAN YAPEN SERAHKAN 3.8 MILYAR RUPIAH UNTUK BANTUAN PADA SYUKURAN 7 TAHUN KEPEMIMPINAN TONNY – FRANS.

Syukuran peringatan 7 Tahun kepemimpinan Bupati Tonny Tesar, S.Sos – Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA di periode kedua pada 16 oktober 2019, berlangsung dalam bentuk ibadah syukur, dimana momen ini juga dimanfaatkan oleh Bupati dan Wakil Bupati untuk menyalurkan sejumlah bantuan modal usaha, bantuan kepada sejumlah yayasan pendidikan hingga dana hibah senilai total  Rp. 3.816. 500.000 ,-

Dengan perincian untuk modal usaha senilai Rp 135.000.000 dan untuk bantuan kepada Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) senilai Rp 75.000.000, bantuan kepada Yayasan Pendidikan Katholik senilai Rp 87.500.000, bantuan kepada Yayasan Pendidikan Islam senilai Rp 187.000.000, bantuan kepada Yayasan Pendidikan Advent senilai Rp 75.000.000, bantuan kepada Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah senilai Rp 20.000.000, bantuan kepada Yayasan Muhajirin Rp 20.000.000, bantuan kepada Yayasan Lahairoi sebesar Rp 75.000.000 serta hibah kepada STKIP PGRI senilai Rp 200.000.000, STIKES BARAMULI (bersumber dari dana otsus) sebesar Rp 1.000.000.000 dan Forum Komunitas Umat Beragama (FKUB) sebesar Rp 1.942.000.000.

Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos kepada Humas menjelaskan bahwa, pemberian bantuan modal usaha, bantuan kepada yayasan pendidikan hingga dana hibah ini adalah satu bentuk  perhatian.  Pemberian Modal usaha ini diberikan kepada para pengusaha baik orang asli Papua tetapi juga yang berjualan di pasar. Selain itu, diberikan juga bantuan modal kerja atau modal usaha,  sementara untuk distrik Poom dan  Woii telah dibangun Pasar, ungkapnya.

Bagi para hamba Tuhan di kepulauan Yapen, Pemerintah daerah memberikan bantuan insentif kepada kurang lebih 560 hamba Tuhan, yang diserahkan untuk triwulan kedua sebanyak kurang lebih 2 Milyar rupiah, hal ini dilakukan agar para hamba Tuhan dapat melaksanakan tugas mereka dalam memberikan pemahaman iman yang baik yaitu kehidupan takut akan Tuhan. Bantuan Juga diberikan kepada Dewan Adat dimana Tonny Tesar mengatakan bahwa dewan adat ini menjadi pengukur atau Barometer dari pada semua konflik adat yang terjadi di masyarakat. Dirinya berharap bahwa dengan adanya bantuan Dewan Adat ini,  bisa memberikan dampak merajut kembali suku – suku yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen,  baik antara suku di Kepulauan Yapen tetapi juga kepada suku Nusantara, agar kehidupan kebhinekaan yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen ini harus bisa kita jaga bersama dalam satu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen dimulai dari rekan-rekan forkompimda,  para ASN, para tokoh agama,  tokoh politik, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen.

Tim Liputan Humas Setda Kepulauan Yapen.

Leave a Reply