sbobet onlineslot gacor
Momentum Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Roi Palunga Ingatkan Tantangan SDM dan HIV/AIDS di Yapen - KEPULAUAN YAPEN

Momentum Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Roi Palunga Ingatkan Tantangan SDM dan HIV/AIDS di Yapen

Serui – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Kepulauan Yapen tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan pemuda dalam mempersatukan bangsa. Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan generasi muda terhadap sejumlah tantangan daerah, mulai dari pentingnya menjaga persatuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga perkembangan kasus HIV/AIDS.

Pesan itu disampaikan Roi saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung di Lapangan Sapta Marga, Serui, Rabu (28/10/2026).

Upacara turut dihadiri Ketua dan anggota DPRK Kepulauan Yapen, Penjabat Sekretaris Daerah Cyfrianus Yustus Mambay, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, unsur TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, DPD II KNPI Kepulauan Yapen, serta para pelajar yang tampil mengenakan busana adat dari berbagai suku.

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Roi menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam menjaga keharmonisan masyarakat Kepulauan Yapen yang memiliki keberagaman suku, ras, dan agama.

“Perbedaan suku, ras, dan agama bukanlah sekat pemisah, melainkan menjadi benteng kekuatan untuk menjaga keutuhan daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Di tengah tantangan pembangunan wilayah kepulauan, Roi juga menaruh perhatian pada kualitas SDM. Ia mengingatkan bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada kesiapan generasi muda dalam menguasai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan teknologi.

Menurutnya, kondisi geografis maupun keterbatasan akses pendidikan tidak boleh mematahkan semangat pemuda untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

“Tanpa kegigihan dalam belajar, mustahil daerah ini dapat mengejar ketertinggalan,” ujarnya.

Namun, persoalan pendidikan bukan satu-satunya tantangan yang disoroti. Dalam amanatnya, Roi turut mengungkap perkembangan kasus HIV/AIDS di Kepulauan Yapen yang membutuhkan perhatian serius seluruh elemen masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan mencapai 3.327 kasus pada September 2026, dibandingkan 2.311 kasus pada Juni 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.768 kasus tercatat pada kelompok usia 20 hingga 49 tahun.

Besarnya jumlah kasus pada kelompok usia produktif menjadi perhatian tersendiri. Roi menilai upaya penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda.

“Penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan semata, namun juga merupakan tanggung jawab kita bersama, termasuk pemuda-pemudi Yapen,” katanya.

Ia pun mengajak pemuda menjadi bagian dari upaya pencegahan sekaligus membangun kepedulian terhadap orang dengan HIV, tanpa stigma maupun diskriminasi.

“Mari saling merangkul dan bukan saling menghakimi,” pesannya.

Menutup amanatnya, Roi berharap peringatan Sumpah Pemuda menjadi penggerak semangat generasi muda untuk tetap gigih menghadapi tantangan, menjaga persatuan, serta mengambil tanggung jawab dalam membangun masa depan Kepulauan Yapen.

Sementara itu, rangkaian upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh anggota Paskibraka Kabupaten Kepulauan Yapen, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan mengheningkan cipta dan pembacaan Pancasila.

Suasana kebinekaan semakin terasa melalui kehadiran para pelajar yang mengenakan busana adat dari berbagai suku. Keberagaman tersebut menjadi gambaran semangat persatuan yang terus diwariskan kepada generasi muda di Kabupaten Kepulauan Yapen. (**)

Penulis: RobbyEditor: Mark