AMBAI – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Kepulauan Yapen melanjutkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) melalui pelayanan tahap III di wilayah kerja Puskesmas Reradumpi, Distrik Kepulauan Ambai.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mencegah stunting, terutama melalui pemantauan kondisi gizi anak dan ibu hamil serta pemberian bantuan pangan kepada keluarga sasaran.

Pelaksanaan Genting tahap III dipimpin Sekretaris DP3AKB Kepulauan Yapen, Wellem Antaribaba, didampingi staf bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelayanan sebelumnya yang dipimpin langsung Kepala DP3AKB Kepulauan Yapen, Rosita Tan Mambay.
Pemeriksaan Gizi Sebelum Bantuan Disalurkan
Sebelum menerima bantuan, anak-anak dan ibu hamil menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi fisik dan status gizi mereka.
Pemeriksaan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran lingkar lengan atas (LiLA).
Hasil pemeriksaan tersebut digunakan untuk membantu tenaga kesehatan memantau pertumbuhan anak dan mengidentifikasi risiko masalah gizi pada ibu hamil maupun anak-anak.

Pemantauan ini menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting, karena gangguan pertumbuhan pada anak berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan berbagai faktor kesehatan serta lingkungan.
Setelah pemeriksaan, petugas menyerahkan bantuan bahan pangan kepada keluarga sasaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak di rumah.
Peran Keluarga Jadi Perhatian
Selain pemberian bantuan, program Genting menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam menjaga pola makan dan memantau pertumbuhan anak.

Keluarga penerima bantuan diharapkan menggunakan bahan pangan sesuai kebutuhan anak yang menjadi sasaran program.
Pemenuhan gizi secara teratur, pemeriksaan kesehatan berkala, serta penerapan pola asuh yang baik dinilai penting untuk membantu mencegah gangguan pertumbuhan.
Namun, bantuan pangan saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan stunting. Pencegahan juga membutuhkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, sanitasi yang baik, serta pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor
Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, DP3AKB Kepulauan Yapen berupaya memperkuat keterlibatan perangkat daerah dan berbagai pihak dalam memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting.
Program ini tidak hanya diarahkan pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong kepedulian bersama terhadap kesehatan ibu dan anak.
Pelayanan tahap III di Puskesmas Reradumpi menunjukkan berlanjutnya pelaksanaan program Genting di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Meski demikian, keberhasilan program dalam menurunkan risiko stunting masih memerlukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi gizi anak setelah bantuan diberikan.
Kerja sama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, orang tua asuh, dan keluarga diharapkan dapat memastikan upaya pencegahan stunting berjalan secara konsisten, termasuk bagi masyarakat di wilayah kepulauan. (**)







