KEPYAPENKAB. GO. ID, Serui – Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar pelatihan pembuatan suvenir berupa noken, kabila, dan perahu hias, disertai pameran kerajinan. Kegiatan ini bertujuan melestarikan warisan budaya Papua sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung LPP RRI Serui, Senin (12/10/2026), dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Alfred Worabay, yang menyampaikan sambutan Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy.

Dalam sambutan Bupati, Alfred menekankan pentingnya mengembangkan potensi kerajinan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah. Kekayaan sumber daya alam dan kearifan lokal masyarakat Kepulauan Yapen dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata.
Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif perlu didukung peningkatan keterampilan, kreativitas, kualitas produk, serta akses pemasaran agar hasil kerajinan masyarakat mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada kesempatan itu, Alfred juga menekankan pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam pengembangan produk kerajinan. Perlindungan terhadap karya dan kekhasan produk lokal perlu mendapat perhatian agar kreativitas masyarakat memiliki pengakuan dan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah daerah juga mendorong adanya pendampingan berkelanjutan bagi para pengrajin, termasuk pengembangan pemasaran dan penyediaan tempat yang representatif untuk memamerkan serta menjual produk kerajinan khas Kepulauan Yapen.

Dengan dukungan tersebut, kerajinan tradisional diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.
Ketua Panitia, Christine Leorenz, yang juga Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya melestarikan warisan leluhur sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan kerajinan yang bernilai ekonomi.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 12–14 Oktober 2026, dengan melibatkan 50 peserta dari empat distrik, yakni Distrik Ambai, Teluk Ampimoi, Anotaurei, dan Yapen Selatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 peserta merupakan pengrajin, sedangkan 16 lainnya merupakan peserta pemula dari kalangan generasi muda. Seluruh peserta merupakan masyarakat asli Papua.
Materi pelatihan meliputi teknik pembuatan noken, kabila, dan perahu hias, mulai dari pengenalan serta pengolahan bahan, teknik pengerjaan, pengembangan motif, hingga penyelesaian produk.
Pelatihan menggunakan metode 20 persen teori dan 80 persen praktik langsung dengan melibatkan instruktur yang berpengalaman di bidang kerajinan dan ekonomi kreatif.
Christine berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut melalui pembentukan kelompok usaha, pendampingan, dan pembukaan akses pemasaran sehingga hasil kerajinan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjaga keberlanjutan budaya Kepulauan Yapen.

Pembiayaan kegiatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026.
Pameran kerajinan yang menjadi bagian dari kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk memperlihatkan hasil karya sekaligus memperkenalkan potensi kerajinan khas Kepulauan Yapen kepada masyarakat.
Pengembangan produk juga diharapkan berjalan seiring dengan perlindungan kekayaan intelektual, sehingga identitas dan kekhasan kerajinan daerah tetap terjaga di tengah perkembangan ekonomi kreatif.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini diharapkan membuka peluang bagi pengrajin untuk berpartisipasi dalam berbagai festival dan kegiatan budaya, baik di tingkat kabupaten maupun di luar daerah.

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Yapen Nikolas P. Imbiri, Plt Kepala RRI Serui Anwar, Kepala Dinas Koperasi Imelda Sanadi, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hj. Alwi, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Piete de Haan, Kepala Bidang Perindustrian Desy M. Mirino, Bagian Perekonomian setda, para instruktur, serta peserta pelatihan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Yapen mendorong agar keterampilan tradisional terus diwariskan kepada generasi muda dan dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.







