sbobet onlineslot gacor
Kasus HIV-AIDS Yapen Capai 3.211, Pemkab Gandeng Gereja Perkuat Penanganan ATMK - KEPULAUAN YAPEN

Kasus HIV-AIDS Yapen Capai 3.211, Pemkab Gandeng Gereja Perkuat Penanganan ATMK

Komitmen pemerintah daerah memperkuat pendidikan dan menyiapkan SDM unggul bagi masa depan Kepulauan Yapen

KEPYAPENKAB. GO. ID, SERUI — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dinas Kesehatan menggelar edukasi kesehatan bagi Warga Jemaat GKI Pniel Turu, Minggu (30/8/2026). Kegiatan yang berlangsung seusai ibadah di Gedung Ibadah tersebut disambut antusias oleh Ketua Jemaat Pdt. Novella M. Kareth bersama majelis dan warga jemaat.

Hadir dalam kegiatan ini Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Cyfrianus Yustus Mambay didampingi istri Ny. Rosita Mambay, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen Karolis Tanawani bersama jajaran.

Dalam arahannya, Pj Sekda Cyfrianus Yustus Mambay menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem serta penanganan penyakit menular yang dikategorikan sebagai ATMK (AIDS, Tuberkolosis, Malaria, dan Kusta). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Provinsi Papua mencatat angka kasus yang cukup tinggi, sehingga pemerintah daerah bergerak cepat melibatkan tokoh agama dan masyarakat.

Penyakit-penyakit ini bisa disembuhkan, jangan malu karena penyakit itu menular dengan cepat. Pemerintah hadir, gereja hadir, tanggung jawab kita adalah bagaimana membawa jemaat dan masyarakat keluar dari persoalan ini,” ujar Cyfrianus di hadapan warga jemaat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen Karolis Tanawani, memaparkan data krusial terkait sebaran kasus di wilayahnya yang dihimpun dari 17 puskesmas di 17 distrik, 5 kelurahan, 160 kampung, serta RSUD Serui. Berdasarkan data update per 31 Juni 2026, kasus positif HIV-AIDS di Kabupaten Kepulauan Yapen telah mencapai 3.211 kasus, menempatkan daerah ini di posisi keempat tertinggi di antara sembilan kabupaten/kota di Papua.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 491 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 2.720 orang masih hidup. Sebanyak 1.517 pasien sudah mendapatkan pengobatan ARV, dan 1.203 pasien belum diobati,” ungkap Karolis Tanawani.

Pemerintah daerah berharap melalui Tim Percepatan Penanganan ATMK yang dibentuk dan diketuai langsung oleh Sekda Yapen, sinergi antara tenaga medis, pemerintah distrik, hingga tingkat kampung dapat menekan laju penyebaran penyakit. Warga diimbau untuk aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan secara gratis, tidak merasa malu untuk memeriksakan diri, serta patuh menjalani pengobatan hingga tuntas demi mewujudkan masyarakat Kepulauan Yapen yang lebih sehat dan produktif.