Kepyapenkab.go.id, Kepulauan Ambai —Pembangunan Tugu Pekabaran Injil (PI) di Kampung Rondepi, Distrik Kepulauan Ambai, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Minggu (15/3/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan ibadah Minggu yang dipimpin oleh Pdt. Markus Assa, S.Si.Theol. Ibadah itu sekaligus menjadi momentum pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan tugu yang diharapkan menjadi simbol sejarah masuknya Injil serta penguatan iman jemaat di Kampung Rondepi.
Acara ini dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Oktovianus Ayorbaba, SE, S.Sos, M.Si yang mewakili Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy. Turut hadir Pelaksana Tugas Kepala Distrik Kepulauan Ambai Hugo Reba, SE, Sekretaris Klasis GKI Yapen Selatan Pdt. F. Paay, S.Si.Theol, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, panitia pembangunan, serta warga jemaat setempat.

Dalam sambutan Bupati Kepulauan Yapen yang dibacakan oleh Oktovianus Ayorbaba, pemerintah daerah menyambut baik pembangunan Tugu Pekabaran Injil di Kampung Rondepi sebagai simbol sejarah dan iman bagi masyarakat.
Oktovianus Ayorbaba menyampaikan pesan Bupati bahwa keberadaan tugu tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai keimanan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tugu Pekabaran Injil ini diharapkan menjadi penyemangat bagi jemaat dan para hamba Tuhan untuk tetap setia dalam mewartakan kebenaran Firman Allah,” ujar Oktovianus saat membacakan sambutan Bupati.
Bupati Benyamin Arisoy juga mengajak seluruh jemaat dan panitia pembangunan untuk menjaga kebersamaan serta kekompakan selama proses pembangunan berlangsung agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar.

Prosesi peletakan batu pertama tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh sukacita. Kegiatan kemudian diakhiri dengan doa syukur serta partisipasi jemaat yang menyatakan dukungan terhadap pembangunan tugu tersebut.
Pembangunan Tugu Pekabaran Injil di Kampung Rondepi diharapkan menjadi penanda sejarah keagamaan sekaligus memperkuat kerukunan sosial di tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen.







