maxwin2025uwakslotuwakslotslot gacor 4duwakslotpayslot88uwakslottotoslot4dtotoslot4dtotoslot4dtotoslot4dtotoslot4dxo4duwakslotuwakslotbapautotouwakslotbapautotoslot danauwakslotuwakslotuwakslotuwakslotbapautotouwakslotuwakslotbapautotobapautotobapautotoxo4dxo4dslot bet 200slot777https://innovascience.uz/slot thailandslot hokislot dana 5000uwakslothttps://jets.innovascience.uz/agen bolahttps://jhlsr.innovascience.uz/https://www.kimyasanal.net/https://jitdets.com/https://addagems.ru//
155 Siswa Baru SMA YPK PENABUR Serui Diedukasi Bahaya HIV/AIDS saat MPLS 202 – KEPULAUAN YAPEN

155 Siswa Baru SMA YPK PENABUR Serui Diedukasi Bahaya HIV/AIDS saat MPLS 202

 

 

 

SERUI – Sebanyak 155 siswa-siswi baru SMA YPK PENABUR Serui mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025 yang digelar sejak Senin (14/7/2025). Salah satu materi utama dalam MPLS kali ini adalah edukasi mengenai bahaya HIV/AIDS yang diberikan langsung oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kepulauan Yapen dan Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM).

Kegiatan berlangsung di aula sekolah dengan menghadirkan narasumber dr. Melly dari KPA Yapen, didampingi oleh Andika, serta Max Nenepat dan Bidan Nona Kambu dari YPKM. Dalam paparannya, dr. Melly menjelaskan secara rinci cara penularan HIV, dampaknya bagi kesehatan, serta pentingnya deteksi dan penanganan dini.

“HIV bukan kutukan dan bukan aib. Ini virus yang bisa dikendalikan dengan pengobatan ARV secara teratur. ODHA tetap bisa hidup sehat dan produktif,” ujar dr. Melly kepada para siswa.

Ia juga menegaskan bahwa HIV tidak menular lewat sentuhan, pelukan, bersalaman, atau makan bersama. Penularan hanya terjadi lewat cairan tubuh seperti darah, hubungan seksual tanpa pengaman, jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah terinfeksi, dan dari ibu ke anak saat hamil atau menyusui.

Selain itu, siswa-siswi juga diberikan pemahaman tentang stigma negatif terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Banyak penderita HIV dikucilkan masyarakat akibat kurangnya informasi yang benar. Materi ini bertujuan menanamkan nilai empati dan sikap tidak diskriminatif terhadap sesama.

Tak hanya soal HIV/AIDS, tim narasumber juga menyampaikan edukasi tentang pacaran sehat di usia remaja. Para siswa diimbau untuk tidak melakukan hubungan seksual di usia sekolah, serta menjalin hubungan yang saling mendukung dan berorientasi pada prestasi.

“Pacaran sehat itu bukan soal fisik, tapi tentang menghargai diri sendiri, fokus pada cita-cita, dan saling membangun masa depan. Jangan coba-coba seks bebas, karena risikonya sangat besar untuk masa depan kalian,” kata dr. Melly.

Kegiatan edukasi ini menjadi bagian penting dari MPLS 2025 SMA YPK PENABUR Serui, yang mengusung tema “Bangkit, BerkReasi, Berprestasi.” Sekolah berharap para peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan untuk hidup sehat dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang wajib diisi ditandai dengan *