Dinkes Kepulauan Yapen Sosialisasikan Vaksinasi Covid 19 dan Bahaya Penyakit Menular Malaria dan TBC

Reporter : Robby Mesak

Serui –  Dalam rangka mensuskseskan Program vaksinasi bebas dari Covid 19 dan gerakan nasional dalam pembangunan yang tumbuh dan berkembang dari bahwa dengan penggelolaan dari oleh dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga sejahtera. Dinas Kesehatan Kepulauan Yapen berkerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten kepuluan yapen mensosialiskan Vaksinasi Covid 19  dan Bahaya penyakit menular Malaria degan TBC di distrik Pulau kurudu dan distrik raimbawi 

Kepala seksi pencegahan dan pemberatasan penyakit menular (P2M) pada dinas kesehatan kepuluan yapen, Yohanis Woisiri ketika dipantau media memberikan sosialisasi pada masyarakat menyampaikan sejak vaksin Covid-19 tiba di Indonesia, tidak sedikit masyarakat yang belum setuju akan anjuran pemerintah untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Padahal, pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan hanya untuk melindungi masyarakat dari Covid-19, tetapi juga memulihkan kondisi sosial dan ekonomi negara yang terkena dampak pandemi.

Dari sisi teknis mengenai manfaat vaksin dan dampak positif vaksinasi atau imunisasi bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Tujuan yang ingin dicapai dengan pemberian vaksin Covid-19 adalah menurunnya angka kesakitan dan angka kematian akibat virus ini.

Jadi, dengan mendapatkan vaksin Covid-19, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar kita yang belum memiliki kekebalan terhadap virus Corona. Vaksin Covid-19 diharapkan bisa menjadi solusi untuk menyudahi pandemi dan partisipasi kita dalam program vaksinasi ini akan sangat membantu pemulihan kondisi Negara kita.

Begitupun dengan Penyakit malaria dan TBC tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Malaria adalah penyakit serius yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi, begitu pula dengan TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, kebanyakan dari kita hanya mengetahui bahwa penyakit ini menyerang organ paru-paru. Tapi faktanya, kuman penyakit menular ini  juga bisa menyerang bagian tubuh lainnya seperti kulit, tulang dan kelenjar getah bening.

Namun masih ada pemikiran bahwa penyakit Malaria dan TB Paru adalah penyakit yang biasa saja, nah ini yang keliru, malaria merupakan penyakit serius yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang menjadi akan kematian  tertinggi di Papua demikian TB Paru adalah penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia dan nomor tiga di Indonesia.

Dampak yang secara tidak sadar kita lewati itu ada banyak anak-anak kita yang tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan mereka lebih tinggi dengan mengikuti Tes Seleksi TNI Polri dan sebagainya, karena salah satu faktor limpa membesar akibat pengaruh Malaria yang begitu lama tinggal didalam tubuh akibat terinfeksi gigitan nyamuk parasit yang masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak di hati, setel parasit dewasa mulai memasuki aliran darah dan menginfeksi sel darah merah. Hal ini tentu saja membahayakan kesehatan.

Demikian dampak dari  Tuberkulosis (TB)  adalah penyakit menular yang biasanya menyerang paru-paru, meskipun dapat mengenai organ apa pun di dalam tubuh. Infeksi TB  berkembang ketika bakteri masuk melalui droplet di udara. TB bisa berakibat fatal, tetapi dalam banyak kasus, TB dapat dicegah dan diobati. Meski TB adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia dan nomor tiga di Indonesia. Siapa saja dapat terserang TBC, tidak peduli laki-laki atau perempuan, tua atau muda bahkan anak-anak dapat terinfeksi.

Walaupun TBC mudah menular dan menyebabkan kematian, namun penyakit ini dapat disembuhkan dengan meminum obat secara teratur sampai benar-benar dinyatakan sembuh oleh dokter sehingga bisa memutus rantai penularan TBC. Jika tidak teratur minum obat, penderita TBC akan sulit sembuh, masih bisa menularkan penyakit dan bisa menjadi resisten terhadap obat. Orang yang tertular kuman TBC resisten obat dapat langsung terinfeksi TBC resisten obat, sehingga pengobatannya akan menjadi lebih sulit dan lebih lama yakni membutuhkan waktu sekitar 18-24 bulan dibandingkan dengan  TBC yang masih sensitif yang lama pengobatannya sekitar 6-9 bulan.

Untuk terhindar dari TBC, kita dianjurkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengaplikasikan etika batuk yang benar. Untuk penanganan penderita positif TBC, pemerintah memberikan obat secara gratis yang bisa didapat di Puskesmas terdekat.

Ketika di jumpai Media untuk di wawancarai di akhir sela-sela kegiatan Yohanis Woisiri selaku Kepala seksi pencegahan dan pemberatasan penyakit menular (P2M) mengatakan Antusias masyarakat sangat tinggi terlihat dari banyaknya rentetan pernyataan mengenai Vaksinasi Covid 19, penularan penyakit Malaria dan TBC bagi masyarakat, kegiatan yang berlangsung selama dua hari  dilaksanakan di Distrik Pulau Kurudu dan distrik Raimbawi ini kiranya menjadi dampak positif bagi masyarakat untuk kemajuan Kabupaten Kepulauan Yapen yang lebih, nyaman, lebih aman dan lebih sejahtera, ungkapnya.

(Foto: Robby Mesak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *