Perayaan Natal di Wilayah Pegunungan Muman, Wabup Frans ajak warga saling mengasihi dan menghormati.

Reporter : Robby Mesak

Ambaidiru – Wakil Bupati Kepulauan Yapen Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA., hadiri Ibadah dan Perayaan Natal Pemerintah pada 5 kampung (Manainin, Numaman, Ramankurani, Mambo dan Ambaidiru) di wilayah Muman, Distrik Kosiwo, yang bertempat di gereja GKI Immanuel Ambaidiru, selasa, 29/12/2020.

Kumandang kidung pujian menyambut kelahiran Yesus Kristus sang Putera Natal, yang dipersembahkan oleh kelompok paduan suara dan vokal group menyemarakkan perayaan Natal pemerintah ke-5 kampung wilayah Muman yang dihadiri warga jemaat, para kepala desa dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati, Frans menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya Ibadah dan perayaan Natal pemerintah pada 5 kampung ini dapat terselenggarakan dengan lancar dan penuh hikmad.

Ia juga menyampaikan atas nama pemerintah daerah, pribadi dan keluarga, mengucapkan selamat merayakan hari Natal 2020 dan selamat menyambut tahun baru 2021 kepada para Aparatur Pemerintah dan seluruh masyarakat pada 5 (lima) kampung wilayah pegunungan Muman, distrik Kosiwo, semoga damai dan sukacita Natal, akan terus ada di hati kita semua dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru, tahun 2021.

“Kebersamaan kita pada ibadah perayaan Natal malam ini, perlu kita maknai sebagai wujud ungkapan rasa sukacita atas kelahiran Yesus Kristus juruslamat umat manusia dan juga ungkapan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam menjaga wilayah pegunungan Muman selalu aman dan kondusif, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bisa berjalan dengan baik, begitu juga kehidupan masyarakat tetap terjalin harmonis selama 365 hari, 48 minggu dan 12 bulan di tahun 2020 ini”. ujarnya.

Dirinya berpesan, kepada masyarakat pegunungan Muman untuk terus ciptakan kelangsungan hidup yang saling mengasihi, saling menghormati dan mendukung antara satu dengan yang lain di tengah keluarga, jemaat maupun masyarakat dan jangan lagi ada amarah, dendam dan iri hati, apalagi pertengkaran dan permusuhan, tapi sebaliknya mari jalin lah persatuan dan kebersamaan serta hiduplah rukun, damai dan bersahabat dengan semua orang, tanpa memandang suku, budaya, maupun agama sebab Kristus yang terlahir ke dunia adalah sahabat bagi semua orang.

Sementara itu, Ketua forum komunikasi 5 kampung wilayah penggunungan Muman, Yulius Maiamboy, memberikan apresiasi dan rasa hormat bagi pemerintah daerah dan juga pemerintah kampung, yang sudah menyelenggarakan ibadah perayaan Natal.

Yulius mengatakan ibadah perayaan Natal ini merupakan kali ketiga, yang mana sebelumnya perayaan Natal dilakukan saat Pemekaran kampung, penetapan kepala kampung, dan pada tahun 2020 ini dilaksanakan untuk mengakhiri masa periode kepala kampung tahun 2021.

Ia juga menyampaikan bahwa Ambaidiru dibentuk karena perkabaran Injil, kampung Muman sebagai pencetus pertama dibangun tugu Injil, kemajuan kampung secara fisik pun sangat pesat, dimana jika dulu rumah masyarakat beratap daun sagu dan dinding gabah, sekarang beratap seng dan berdinding batu tela, begitupun Program Nasional, Papua terang sekarang Muman terang. Ungkapnya.

(Foto/ Vidio : Robby Mesak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *