dr. Elia Kurni : Jumlah Kasus Covid-19 Yapen meningkat, ini baru awal.

Reporter : Andrew Woria

Serui – Hingga hari Jumat, 03/07/2020 jumlah kasus covid 19 di kabupaten Kepulauan Yapen terus meningkat. Dalam laporan Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos selaku ketua gugus tugas pada kegiatan Vidcon rapat evaluasi penanganan covid-19 tingkat provinsi Papua menjelaskan bahwa jumlah kumulatif kasus telah mencapai 15 kasus positif, 1 diantaranya sembuh dan 14 orang positif dalam perawatan. Bupati Tonny menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak melarang orang dari mana saja yang ingin datang ke Kepulauan Yapen, tetapi pemda inginkan agar orang-orang yang datang adalah orang-orang sehat yang tidak membawa virus penyakit, sehingga Tanah Papua ini bisa tetap terjaga dengan baik.


Hal ini pun ditambahkan kembali oleh dr. Elia Kurni selaku penanggung jawab pojok covid 19 RSUD Serui, ketika di konfirmasi, ia menjelaskan bahwa alangkah baiknya para pelaku perjalanan yang hendak masuk ke Kepulauan Yapen, bisa melakukan swab di daerah asalnya masing-masing dan sebelum melakukan perjalanan, wajib melaksanakan protokol kesehatan sebelum dia berpindah tempat atau daerah. Hingga saat ini jumlah kasus yang meningkat menurutnya merupakan kasus impor atau dari daerah luar, dimana merupakan para pelaku perjalanan dari daerah merah atau Jayapura.

“Dari total 376 orang yang non reaktif serta diwajibkan karantina mandiri, ternyata setelah dilakukan skrining ulang ditemukan reaktif kembali. Walaupun mereka telah berbaur dengan masyarakat, namun kami berharap tidak menyebabkan posisi Yapen berubah menjadi daerah transmisi lokal .” ungkapnya.

Menurutnya, kita harus kuat dari sisi surveilans dan dari pengkajian epidemiologi, sehingga beberapa langkah yang harus diambil seperti pendeteksian epidemologi, dilanjutkan dengan penyelidikan klinis. dr. Elia Kurni mengatakan bahwa terkait dengan potensi terpapar dengan kontak langsung dimana hasil rapid non reaktif belum menjamin seseorang bebas covid bahkan hasil swab negatif pun juga tidak menjamin seseorang tidak akan terkena covid karena 20% kasus yang ada bersal dari hasil swab negatif ujarnya.

Penanggungjawab rumah biru ini juga mengatakan bahwa, dirinya bersama timnya hanya bisa menangani pasien untuk penanganan gejala ringan hingga sedang, tetapi kalau masuk pada kondisi berat maka suka tidak suka harus tetap dirujuk, ungkapnya. Hal ini disesuaikan terkait aspek legalitas RSUD Serui, dimana rumah sakit pemerintah daerah ini bukan merupakan rumah sakit rujukan penanganan pasien covid-19.

Terkait dengan pembatasan transportasi menurutnya bahwa jika dibuka kembali saat ini, dapat dipastikan merupakan awal masuk penyebaran covid-19 bagi Kabupaten Kepulauan Yapen, dikarenakan dari total 376 orang yang non reaktif berasal dari cluster KM. Dobonsolo dari Jayapura, serta diminta untuk melakukan karantina Mandiri, tidak menjamin Rapid Test negatif karena dari hasil screening, ditemukan kepada beberapa orang diperoleh hasil reaktif positif kemudian dilanjutkan pemeriksaan swab dan terkonfirmasi covid-19.

(Foto : C.R.I)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *