Sejumlah masyarakat Kepulauan Yapen yang berada diluar kabupaten Kepulauan Yapen akan segera kembali, begini penanganannya.

Reporter : VJ Polanunu

Serui – Sejumlah masyarakat Kepulauan Yapen yang berada diluar kabupaten Kepulauan Yapen, akan segera kembali ke Yapen, baik menggunakan transportasi udara maupun laut, salah satunya yaitu masyarakat yang akan datang menggunakan kapal Pelni pada 12/06/2020. Hal ini menjadi salah satu pembahasan lewat rapat terbatas di posko induk gugus tugas covid-19 kabupaten Kepulauan Yapen.

Rapat yang di lakukan di ruang rapat kantor Setda Kepulauan Yapen dan di pimpin oleh Wakil Bupati, Frans Sanadi, dampingi oleh Sekda Kepulauan Yapen Ir. Alexander Nussy, MM, turut hadir juga Asisten I Bidang Pemerintahan, Portunatus Numberi, Kadinkes Kepulauan Yapen, Karolis Tanawani, Direktur RSUD Serui, dr. Jhonny B. Abaa, Kepala Pelni, Kepala dinas Perhubungan, TNI Polri dan kepala Sabandar.

Wakil Bupati, Frans Sanadi menjelaskan bahwa para penumpang yang akan masuk ke kabupaten Kepulauan Yapen menggunakan Kapal Pelni ini, akan di bawa dan akan di masukan ke Rumah Biru, untuk di Periksa oleh Tim medis. Dan demi mengantisipasi jumlah masyarakat yang akan pulang ke Kepulauan Yapen, maka Pemerintah Daerah akan mencari lagi tempat atau gedung lain, untuk di jadikan tempat penampungan sementara setiap masyarakat yang datang dari luar Kepulauan Yapen.

Hal ini di lakukan demi menjaga kabupaten Kepulauan Yapen, untuk tetap aman dan terhindar dari wabah virus covid-19, mengigat belum ada data dari provinsi untuk jumlah masyarakat kabupaten Kepulauan Yapen, yang akan di berangkatkan menggunakan kapal.

Menurut Frans Sanadi, ketika para penumpang turun dari kapal ke Pelabuhan Serui, maka akan di jemput dan dibawa menggunakan mobil ke Rumah Biru, untuk istirahat lalu akan di lakukan pemeriksaan skrining awal oeh klaster medis, apabila setelah melewati beberapa tahapan pemeriksaan dan di nyatakan sehat bebas dari virus covid-19 oleh tim medis, baru di perbolehkan pulang ke rumah, namun dengan persyaratan tetap menggunakan protokol kesehatan, yaitu melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

” Penumpang yang masuk, akan langsung didata dan di tampung di rumah biru dan tempat – tempat mana lagi yang akan di sediakan, untuk kalau dalam jumlah yang banyak, setelah itu di lakulan pemeriksaan Repit Test “

(Foto dan video : VJ Polanunu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *