Rapid Test : 87 OTG Reaktif Positif. ini adalah skrining awal.

Reporter : Andrew Woria

Serui – Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Yapen, dr Andy Raya menjelaskan status terbaru hingga hari senin, 11/05/2020.

Dimana untuk Kabupaten Kepulauan Yapen sampai saat ini posisinya masih belum ada kasus yang positif covid-19, tetapi perlu di ingat kembali bahwa kabupaten yang ada di sekitar kita telah mempunyai kasus positif, seperti Kabupaten Biak, Supiori, Mamberamo Tengah dan perkembangan kasus atau tren positif di Papua yang masih meningkat. Artinya proses penularan di Papua masih berlangsung dan penurunan kasus baru, belum ada.

Perlu diketahui juga bahwa pemeriksaan rapid diagnostic test ini bukan kasus konfirmasi positif covid-19. Jadi melalui rapid test, belum merupakan positif konfirmasi covid-19, karena belum dilakukan pemeriksaan PCR. Rapid test adalah Penjaringan dan skrining awal yang kita lakukan ungkapnya dan dengan rapid juga merupakan suatu upaya penemuan dan pencarian kasus secara aktif.

dr. Andy menjelaskan bahwa sampai hari ini, senin 11/05/2020 pukul 19.00 Wit rapid test yang sudah digunakan total selama ini kumulatifnya adalah 311 rapid test yang dilakukan, dimana hasil untuk 224 adalah non reaktif dan 87 adalah reaktif positif.

dr. Andy mengatakan bahwa hasil reaktif pada rapid tes ini, bukan hasil akhir atau final karena belum tentu menunjukkan seseorang itu positif covid-19 karena masih perlu melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction/ PCR dan bila hasil PCR nya positif dengan cara pengambilan swab, barulah seseorang bisa dinyatakan positif covid-19 ungkapnya.

OTG : 87 kasus.
ODP : 0
PDP : 0
Positif Covid-19 : 0
Sembuh : 0
ODL / Orang Dari Luar : 192

Jumlah ODL yang mencapai 192, artinya masih ada pergerakan orang yang masuk ke Serui. menurut dr. Andy Raya dan bila tanpa pengawasan maka akan dapat membuka peluang masuknya Penyakit ini ke Serui, baik di daerah yang belum ada kasusnya, daerah yang telah ada kasusnya atau tempat yang sudah terdapat kasus penyebaran lokal. Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengiriman spesimen swab untuk 5 OTG.

Sementara itu Kadis Kesehatan Kepulauan Yapen, Karolus Tanawani juga menambahkan bahwa, warga tidak boleh khawatir dengan adanya reaktif positif pada rapid tes. karena itu merupakan skrining awal.

“Saya sampaikan supaya sekaligus memberikan pencerahan kepada masyarakat, supaya jangan kita dibawa kepada pemikiran yang ketika masyarakat dilakukan Rapid dan ada reaktif itu kita sudah memvonis bahwa seseorang itu sudah terpapar virus Corona, ya sekali lagi saya pertegas bahwa hasil rapid test itu adalah reaksi antibodi yang menunjukkan bahwa tubuh kita itu sehat, tubuh kita memiliki antibodi yang bagus untuk siap melawan virus. Dan itu juga membantu tim kesehatan untuk bisa merekomendasikan untuk orang tersebut, bisa dilakukan pengambilan swab. Dan yang menentukan seseorang itu terpapar dengan virus Corona adalah hasil pemeriksaan swabnya, yang akan dibawakan ke Jayapura Dan itu membutuhkan waktu 3 sampai 4 hari, karena memang pemeriksaan PCR di Jayapura itu sangat banyak,” ujarnya

Untuk informasi, bahwa laboratorium kesehatan di Jayapura telah melakukan pemeriksaan PCR meliputi Papua dan Papua Barat. Sehingga untuk 5 OTG setelah diambil swabnya, akan membutuhkan waktu 3 sampai 4 hari guna konfirmasi hasilnya kepada Gugus Tugas di Serui. hasil ini akan memberikan kenyamanan dan kepastian tentang status OTG yang sementara saat ini masih dikarantina di rumah biru.

(foto dan video : Vijay Polanunu

Leave a Reply