Operasi Pasar di Pegunungan Moman, Kampung Manainin dan Ambaidiru belum menerima BLT Desa.

Reporter : Andrew Woria

Manainin – Warga di 3 kampung di pegunungan Muman distrik Kosiwo, mendapat kesempatan untuk membeli sembako dengan harga yang sama seperti di kota Serui. Sekertaris KMB, Anis Matayane kepada humas menjelaskan bahwa ada 5 kampung yang dilayani, yaitu kampung Numaman, kampung Ramangkurani, Kampung Manainin, Kampung Ambaidiru dan Mambo.

“Jadi masyarakat dari 5 kampung semua berkumpul di sini dan barang-barang yang yang laris di sini itu ada deterjen pakaian, gula, kemudian pemutih pakaian, mie instan, beras, minyak goreng, itu laris di tempat. sangat laku sekali jadi kegiatan ini sangat luar biasa masyarakat sangat berterima kasih dengan kegiatan kita pada siang hari ini” ungkapnya.

Kepada komunitas Mari Berbagi seorang warga dari kampung Manainin, menjelaskan bahwa ada 2 kampung di pegunungan Muman yang hingga kini belum menerima pencairan BLT Dana Desa yaitu Kampung Ambaidiru dan kampung Manainin. Dirinya menyampaikan secara khusus untuk kampungnya yaitu kampung Manainin bahwa pencairan BLT ini terkendala internal dimana bendahara desa tidak dapat melaksanakan tugasnya, dikarenakan mengalami musibah sehingga hal ini belum ada kelimpahan wewenang oleh kepala kampung untuk mencairkan Dana Desanya.

“Di wilayah pegunungan di atas sini itu, kampung yang sudah terima dana Kampungnya yaitu Kampung Numaman dan kampung Ramankurani, sementara yang belum terima yaitu kampung Numanan dan Ambaidiru. kami dikampung Manainin itu bendahara mengalami kecelakaan. Hal ini yang menyebabkan terlambat ” ungkapnya.

Dengan dilaksanakan operasi pasar murah ini, warga di ketinggian pegunungan Moman tidak perlu lagi ke kota serui untuk mengurus atau membeli sembako dan bisa menghemat transportasi. Dimana biaya satu kali perjalanan ke kota yaitu Rp. 50.000,-. sehingga pulang pergi bisa memakan biaya hingga Rp.100.000,- / orang.

Sementara terkait keterlambatan ini pun ditanggapi langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi umum setda Kepulauan Yapen, yang juga merupakan ketua komunitas Mari Berbagi, Erny R. Tania, kepada humas ia menyampaikan bahwa akan segera mengecek terkait kendala yang dihadapi oleh masyarakat Numaman, terkait pelimpahan wewenang bendahara desa karena musibah. Ia juga berharap agar masyarakat tidak perlu ke kota untuk belanja namun bisa memanfaatkan kebun dalam program ketahanan pangan dalam masa pandemi.

(Foto dan video : Robby Mesak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *