Pasca wafat, keluarga ODP ini dikucilkan, ini penjelasan sakit penyakitnya.

Reporter : Andrew Woria

Serui – Pasca meninggalnya ODP (Orang Dengan Pemantauan), Saufi (usia 38 tahun) di RSUD Serui, pada 04 April 2020 lalu, hingga kini keluarga Alm. masih di kucilkan dengan status ODP.

Ketika dijumpai oleh humas dan media di kediaman Alm. yang beralamat di Jl. Diponegoro Serui, Keluarga Alm menjelaskan tentang riwayat sakit penyakit Almarhum.

Alm. Saufi adalah seorang pedagang di pasar Serui, ia telah menjalankan usahanya selama 20 tahun dan tutup usia di usianya yang ke-38 tahun, dengan diagnosa gagal ginjal serta meninggalkan seorang istri .

Salah seorang kerabat Alm. Husein kepada humas dan media, mengatakan bahwa Alm. di Rawat di RSUD Serui sejak tanggal 31 Maret 2020 lalu. Semenjak kepergian Alm. Saufi hingga sampai saat ini keluarga Alm. di Kucilkan oleh warga sekitar bahkan hingga di tempat kerja (Pasar Aroro Iroro), hal ini disebabkan karena pemberitaan sejumlah media online yang menulis judul “1 pasien ODP corona meninggal dunia”. Berita tersebut menjadi viral di media sosial Serui dan berdampak langsung kepada keluarga Alm. ujar nya.

Alm. sudah 5 tahun terakhir mengalami gejala susah buang air kecil, namun tidak pernah berobat ke rumah sakit dan hanya mengandalkan ramuan herbal. Puncaknya pada maret lalu, Alm. berencana ingin berbelanja ke Surabaya namun sampai di Bitung, penyakit yang dialaminya kumat yang menyebabkan ia tidak bisa melanjutkan aktifitasnya dan hanya terbaring di tempat tidur, hingga tiba di Surabaya dan kembali ke Serui lewat Makassar menggunakan Kapal Laut. Dirinya sempat dilarikan ke RS. Hikma Makassar dan direncanakan untuk diambil tindakan operasi, namun Alm. menolak dan meminta Rawat jalan serta ingin kembali ke Serui.

Husein berharap agar Pemerintah Daerah dapat mengambil langkah-langkah karena keluarga alm. hingga informasi ini diturunkan masih dikucilkan oleh tetangga, bahkan sesama pedagang di pasar.

Juru bicara Satuan Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Yapen, dr. Andi Raya juga kembali meminta agar warga tidak perlu khawatir dan dapat dipastikan Alm. Saufi meninggal, karena gagal ginjal. menurut dr. Andi Raya, Alm. Saufi di kategorikan sebagai ODP (Orang Dengan Pemantauan) karena Alm. sempat melakukan perjalanan ke luar daerah, melewati daerah transmisi/ daerah yang telah terdeteksi covid – 19, seperti Surabaya dan Makassar. Namun hal ini belum pasti, karena untuk memastikan konfirmasi Covid-19, perlu dilakukan beberapa tes seperti rapid test dan PCR ujarnya.

Data terbaru dari Posko Induk covid-19 Kepulauan Yapen hingga hari senin, 06 Maret 2020. Jumlah ODP/ Orang Dengan Pemantauan adalah 8 Orang. Sementara PDP/ Pasien Dalam Pengawasan belum ada.

(foto & video : Robby Mesak )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *