BBPOM Intervensi pangan desa, pangan pasar dan jajanan sekolah di Serui.

Serui – Advokasi Komitmen Pemda dan Lintas Sektor Kegiatan Desa Pangan Aman, pasar aman dari bahan berbahaya dan pangan jajanan anak sekolah bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Jayapura,  berlangsung disalah satu hotel di kota Serui pada rabu, 11/03/2020.

Dimana Pemerintah Kepulauan Yapen yang di wakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Setda, Gokman Simbolon hadir mewakili Bupati untuk membuka kegiatan ini. Sebelum membuka kegiatan ini secara resmi, Gokman Simbolon mengatakan bahwa forum lintas sektor ini sangat penting guna mengatasi permasalahan pangan, yang terjadi ditengah masyarakat.

Dimana Gokman menjelaskan bahwa permasalahan yang dimaksud adalah permasalahan pengedaran pangan mengandung bahan berbahaya, tanpa izin edar, serta pangan kadaluarsa karena berdampak buruk pada kesehatan masyarakat, terutama asupan gizi anak-anak. Hal ini menjadi dasar kegiatan advokasi, yang dilaksanakan sehingga pemerintah daerah menyambut baik. Untuk mendukung hal ini, maka pemerintah daerah berpesan agar masing-masing lintas sektor untuk bisa secara transparan, memberi data yang valid tentang program kegiatan masing-masing yang dibutuhkan, bagi pelaksanaan gerakan keamanan pangan karena lewat data yang dibutuhkan tersebut, pemerintah optimistis akan mampu mensukseskan program gerakan keamanan pangan untuk Kepulauan Yapen yang lebih nyaman, lebih maju, dan lebih sejahtera.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Jayapura, Drs. Hans Kakerissa, Apt. menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan interfensi keamanan pangan desa, pangan pasar dari bahan berbahaya serta pengawalan pada jajanan anak sekolah, yang bertujuan untuk menggugah komunitas desa, komunitas pasar, komunitas sekolah agar dapat berpartisipasi mandiri dalam pembinaan pengawasan kemanan pangan dalam komunitasnya masing-masing. Ia menambahkan bahwa Badan POM sendiri merupakan salah satu institusi pemerintah yang melaksanakan tugas pengawasan obat dan makan.

 “Terkait dengan Keamanan Badan POM, tidak bisa bekerja sendiri untuk menjamin mutu dan keamanan, karena berbicara pangan filosofinya adalah berbicara dari pertanian sampai ke meja makan, jadi tidak ada satu institusi di Republik ini yang mampu untuk bekerja sendiri” ungkapnya.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Jayapura, Drs. Hans Kakerissa, Apt, Asisisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Kepulauan Yapen, Gokman Simbolon, SH, Kadisperindagkop Kepulauan Yapen, Daniel Tandilangi, Kadinkes Kepulauan Yapen, Karolus Tanawani, perwakilan Diskominfo, perwakilan Dinas PMK, Bappeda Kepulauan Yapen, Kementrian Agama, Puskesmas dan tim PKK dan Karang Taruna dengan total peserta sebanyak 33.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *