Adopsi sistim koperasi dan bank, inilah Credit Union Cahaya Wapompang

Reporter : Andrew Woria

Sabtu – Sabtu, 29/02/2020 Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Yapen,  dengan resmi membuka rapat anggota tahunan koperasi credit Cahaya Wapompang 2019, yang digagas oleh credit union.

Rapat ini resmi dibuka dengan penabuhan tifa, di gedung aula Gereja Katolik Paroki Bunda Maria Serui, dimana dalam arahan dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kepulauan Yapen, menjelaskan bahwa  pemerintah daerah mengapresiasi atas dilaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan), yang pertama kali untuk tahun buku 2019.

Pemerintah Daerah melalui dinas teknis berpesan kepada pengurus maupun badan pengawas yang bekerja keras, agar dapat mempertanggung jawabkan seluruh program kerja tahun buku 2019 yang telah dipercayakan oleh anggota, melalui rapat anggota tahunan di hari ini. RAT ini tidak hanya memenuhi ketentuan AD-ART, tetapi merupakan forum yang sangat strategis untuk melanjutkan kiprahnya dalan dunia usaha yang sangat produktif, sehingga Pemda berharap kepada seluruh anggota koperasi Cahaya Wapompang Serui selaku pemilik dan sekaligus sebagai pengguna jasa koperasi, harus benar-benar menggunakan momen rapat anggota tahunan ini dengan sebaik-baiknya. Dalam menyalurkan aspirasi maupun memberikan pendapat dan saran, serta sekaligus mengadakan koreksi dan evaluasi terhadap kinerja pengurus, serta melakukan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengelola kegiatan usahanya di bidang simpan pinjam.

Sementara ketua credit union Cahaya Wapompang Serui, Julius Pareta kepada media menjelaskan bahwa, CU(credit union) telah ada hampir seabad, dimana pada pertama kali didirikan di Jerman.  dengan tujuan untuk mensejahterakan serta mengangkat martabat masyarakat dari keterbelakangan dan ketertinggalan, serta menjunjung azas yang dicetuskan, seperti azas kekeluargaan. Dalam artian uang tersebut bersumber dari anggota dan diperuntukkan untuk anggota. Menurutnya di Papua sendiri credit union dapat dikatakan tergolong asing, namun di luar Papua credit union cukup terkenal, dengan melembaga dalam masyarakat.

Credit union Cahaya Wapompang sendiri memang difasilitasi oleh gereja katolik, akan tetapi tidak dikhususkan bagi umat katolik saja namun bagi semua warga masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan ajaran sosial Gereja Katolik, bahwa gereja hadir di tengah masyarakat sebagai sumbangsi pelayanan dalam masyarakat.

“Jadi bukan hanya untuk warga masyarakat Katolik saja, misalnya di daerah-daerah lain malah ada credit union Syahriah untuk warga muslim dan terbuka untuk umum” ungkapnya.

Pareta juga menambahkan bahwa credit union ini adalah salah satu jenis koperasi, dengan sistim pengelolaan modern atau mengadopsi sistim asuransi koperasi dan Bank. Diharapkan juga masyarakat Kepulauan Yapen dapat memanfaatkan fasilitas ini, agar dapat mencapai visi besar Pemerintah Kepulauan Yapen.

(foto : Andrew Woria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *