DLH Kepulauan Yapen akui bahwa limbah air PT. SWPI adalah alami dari rembesan air kayu

Reporter : Andrew Woria

Serui – Dinas Lingkungan Hidup dalam pengawasan dan pemantauan lingkungan hidup di Kabupaten Kepulauan Yapen, memiliki salah satu tugas yaitu pengawasan dan pemantauan kepada perusahaan somel (PT. SWPI ) di Awunawai, distrik Yapen Timur. Kadis. DLH Kepulauan Yapen, Maria Tanawani, S.Si, M.Kes menjelaskan di ruang kerjanya pada senin, 24/02/2020 bahwa setiap 6 bulan, dilakukan pemantauan kualitas air dan lingkungan disekitar perusahaan tersebut, namun jika ada laporan pengaduan masyarakat, pihaknya langsung mengambil tindakan pengawasan di lapangan. Dirinya menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan pengawasan di lokasi PT. SWPI memang terjadi perubahan warna air laut menjadi cokelat, yang disebabkan oleh sisa warna alami kayu merbau atau kayu besi, hasil pengolahan perusahaan (PT.SWPI) tersebut atau dapat dikatakan merupakan warna alami kayu.

“Beberapa hasil pemeriksaan itu diketahui bahwa warna itu alami dari warna kayu, yang kita takutkan yaitu mungkin ada bahan-bahan berbahaya lainnya dan itu kami sudah minta dari perusahaan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.” ungkapnya.

Dirinya meminta agar perusahaan kayu tersebut dapat memeriksa sampel kualitas air kepada laboratorium yang terakreditasi, sehingga bisa memperoleh  data yang baik. Sementara selama ini pemeriksaan hanya dilakukan ke Labkesda di Jayapura yang secara fungsi dan akreditas tidak begitu spesifik ke lingkungan.  Namun dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan zat berbahaya atau zat kimia,  dinas teknis juga merekomendasikan agar PT. SWPI tersebut dapat memperbaiki instalasi saluran limbah cairnya, selain itu di 2020 ini direncanakan akan dilakukan pemeriksaan lebih terkait proses ipal nya.

Kadis DLH  juga menghimbau masyarakat disepanjang pesisir Awunaway, untuk tidak membuang sampah plastik atau rumah tangga kelaut, karena sangat berdampak pada perubahan pola habitat biota laut.

“Kami berharap selain PT. SWPI berupaya untuk memperbaiki kualitas air, tapi juga masyarakat tidak boleh membuang sampah ke laut, karena 80 % sampah plastik dibuang kelaut sangat berdampak terhadap biota laut di sekitar itu” ungkapnya.

(foto : Andrew Woria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *