BUPATI KEPULAUAN YAPEN BERSAMA JAJARAN MUSPIDA MENGHADIRI IBADAH PELEPASAN JENAZAH ALMH. SANTJE WANGGAI WONATOREY, S.Sos DI BATU PAPAN KABUPATEN WAROPEN

Rombongan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen yang terdiri dari Bupati Tonny Tesar bersama istri, Wakil Bupati Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA bersama istri, Asisten 3 Setda Kabupaten Kepulauan Yapen, Erni Tania, serta muspida kepulauan Yapen Dandim 1709 Yawa, Inf. Leon Pangaribuan, SH, Kapolres Kepulauan Yapen, Penri Erison, Ketua Pengadilan Negeri Serui, tiba di Sanggei, Kab. Waropen, dalam rangka mengikuti ibadah pelepasan jenazah mendiang istri Wakil Bupati Kabupaten Waropen almarhumah Santje Jakoba Wanggai/ Wonatorey, S.Sos.
Begitu tiba di Sanggei, rombongan Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen dijemput serta disambut oleh Kabag humas, Kabag tata pemerintahan dan Kabag Umum Kabupaten Waropen. Bupati dan Wakil Bupati serta Muspida dan rombongan dari Yapen kemudian menuju ke rumah duka di rumah jabatan wakil Bupati Kab. Waropen di Batu Papan.
Almarhumah mendiang istri Wakil Bupati Waropen ini menderita sakit tumor ganas pankreas dan kanker di liver, almarhum tutup usia pada hari Kamis 13 Oktober 2019 tepat pada umur 63 tahun, 7 bulan.
Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos ditunjuk untuk memberikan ucapan terima kasih mewakili pemerintah daerah kepada keluarga yang berduka, dirinya menyampaikan bahwa “hari ini Papua kehilangan sosok aktivis perempuan yang luar biasa. Perjalanan panjang dari almarhumah ibu Pdt. Santje Jakoba Wanggai/ Wonatorey, S.Sos, istri dari Hendrik Wonatorey yang merupakan Wakil Bupati Waropen. Almarhumah Pdt. Santje Jakoba Wanggai/ Wonatorey dikenal lebih banyak mendarmabaktikan dirinya bagi kemanusiaan”. Selain itu almarhumah juga mengabdikan diri dalam pelayanan di bidang keagamaan. Bagi Bupati, Tonny Tesar, S.Sos yang biasanya berkomunikasi dengan almarhumah sering menyapa dengan sebutan Usi Santje ini, mengenal sosok almarhumah juga sebagai seorang seniman di tanah Papua dengan beberapa karya lagu-lagu daerah sewaktu almarhumah masih tergabung dalam grup musik Mambesak.
Sementara itu mewakili sinode Gereja Pantekosta di Tanah Papua, selaku sekretaris BP3S sinode, Nathan Ayorbaba menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Wonatorey/ Wanggai khususnya bagi almarhumah yang telah mendahului kita di mana bagi GPDP sosok almarhumah merupakan tiang penopang dalam pelayanan. Almarhumah juga dalam sinode GPDP di Tanah Papua menjabat sebagai anggota badan pengawas dan pengendalian Gereja Pentakosta di Tanah Papua. Gereja sendiri merasa kehilangan sosok nelayan dan penopang dalam rumah Tuhan.
Almarhumah dikenal sebagai sosok aktivis di mana almarhumah pernah bergabung dengan Palang Merah Internasional selain itu juga turut serta dalam pembebasan di tahun 1996 atas penyanderaan aktivis di Mapenduma dan terlibat dalam penanganan bencana kelaparan atau elnino di pegunungan Tengah di Mapenduma, pada tahun 2001 sampai dengan 2012 almarhumah sebagai sekretaris Palang Merah Indonesia, provinsi Papua, di tahun 2010 hingga 2012 almarhumah menjabat sebagai kepala Palang Merah Indonesia, provinsi Papua.
Usai sambutan sekretaris sinode Gereja Pentakosta di Tanah Papua acara dilanjutkan dengan Ibadah penyerahan jenazah dari keluarga kepada Gereja untuk kemudian dimakamkan, ibadah dipimpin oleh Damiana Fatubun.
Tim Liputan Humas Kabupaten Kepulauan Yapen.