the official website of the Kabupaten Kepulauan Yapen
MUSREMBANG JANGAN HANYA MENJADI FORMALITAS SEMATA NAMUN PERLU DIPERHATIKAN SUBSTANSI ISINYA. BUPATI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN, TONNY TESAR, S.SOS Previous item PELANTIKAN SUSULAN... Next item PENYERAHAN SK KENAIKAN...

MUSREMBANG JANGAN HANYA MENJADI FORMALITAS SEMATA NAMUN PERLU DIPERHATIKAN SUBSTANSI ISINYA. BUPATI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN, TONNY TESAR, S.SOS

Serui – Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos secara resmi membuka Musyarah Perencanaan Pembangunan Tahun 2019 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2020, dengan mengusung thema “Meningkatkan Pembangunan Infrakstruktur Dasar Serta Fasilitas Sosial Ekonomi Lainnya Untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi dan Mengurangi Kesenjangan”. Musyawarah ini di selenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Kepulauan Yapen bertempat di Gedung Silas Papare, Serui, pada Selasa, 02/ 04/ 2019.

Saat ditemui setelah acara musrembang tahun 2019, dalam wawacaranya Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos menyampaikan bahwa Musrembang ini dilakukan bertujuan untuk menyelaraskan program dari Kabupaten, Provinsi dan Nasional dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga menjelaskan bahwa pelaksanaan musrembang ini melalui sebuah sistemasi bertahap/ bertingkat yaitu pertama musrembang tingkat kampung, musrembang tingkat kabupaten, musrembang tingkat provinsi dan musrembang tingkat Nasional.

Dalam wawancaranya Bupati mengakui bahwa pelaksanaan musrembang ini memang selama ini telah dilakukan karena telah masuk dalam agenda, namun menurut Bupati masih belum maksimal dalam hal penyelarasan, Bupati pun menjelaskan bahwa banyak usulan program-proggram baik dari kampung maupun distrik ke  Kabupaten yang belum bisa terakomodir secara baik begitu juga usulan-usulan program dari Kabupaten ke tingkat Provinsi, tentunya hal ini lah yang perlu mendapat perhatian bersama bahwa yang dimaksudkan dengan keselarasan ini betul-betul ada konsistensi dan komitmen yang kuat agar dapat berjalan secara berkesinambungan.

Bupati pun memberi contoh dimana seperti yang telah diketahui bahwa untuk pembangunan jalan, ada klasifikasi pertanggungjawabannya yaitu ruas jalan yang ditanggung oleh Kabupaten, ruas jalan yang ditanggung oleh Provinsi dan ruas jalan yang ditanggung oleh Nasional. Bupati pun melanjutkan bahwa untuk Kabupaten Kepulauan Yapen yang jadi permasalahan yaitu untuk penanganan ruas jalan Provinsi sudah tidak ada lagi, padahal adanya ruas jalan ini sangat strategis dimana akan sangat membantu untuk akses orang dan barang di Kabupaten Kepulauan Yapen, seperti ruas jalan Nasional yaitu Kabuena-Rambai-Menawi yang panjang ruasnya kurang lebih 3 km dan kondisi saat ini sudah sangat memprihatinkan dan sangat menghambat akses perpindahan orang maupun barang, begitu juga ruas jalan Provinsi yang terletak di Aboakrei – Tatui, hal ini lah yang pada akhirnya menyebabkan Kabupaten harus menanggung ruas-ruas jalan tersebut, dimana pada saat ini Abokarei – Tatui yang seharusnya merupakan tanggungan provinsi telah tertangani dengan baik namun untuk Kabuena-Rambai-Menawi yang merupakan ruas jalan tanggungan Nasional ironisnya belum tertangani hingga saat ini, ini lah yang menjadi pokok masalah utama bagi Kabupaten Kepulauan Yapen dalam hal pembangunan ruas jalan, hal ini lah yang perlu menjadi perhatian penuh dimusrembang tingkat provinsi maupun tingkat nasional ujar Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar.

Bupati pun menyesalkan bahwa bagaimana bisa sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen telah mengajukan usulan untuk penanganan ruas jalan  Kabuena – Rambai – Menawi tapi yang diberikan untuk penanganan ruas jalan Yobi – Soromasen, tentunya hal ini sangat disesalkan sebab ada dana APBN sejumlah 14 M dari Balai dalam tahun 2019 yang telah diproggramkan untuk pembangunan ruas jalan namun tidak sesuai dengan sasaran atau keadaan dilapangan yang sudah disampaikan lewat musrembang, tentunya ini yang perlu adanya perhatian khusus bagi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pusat untuk musrembang-musrembang yang diadakan setiap tahun ini, agar musrembang ini tidak hanya jadi formalitas namun substansi isinya tidak dilaksanakan sebagaimana diharapkan atau diproggramkan dari daerah dalam kaitan sinegritas untuk membuat akses pembangunan infrastruktur yang lebih baik lagi pada masyarakat yang nyaman, aman dan juga bisa membantu meningkatkan ekonomi masyakarat di Kabupaten Kepulauan Yapen ini itu lah yang telah kami sampaikan kepada tim asistensi dari Provinsi agar bisa disampaikan kepada Pemerintah Pusat.

Dalam wawancaranya Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos pun sempat menyinggung terkait dana yang ditangguhkan namun disisi lain program-proggram kampung telah berjalan, Bupati menyampaikan bahwa kita perlu konsisten artinya bahwa program-proggram yang telah masuk pada tahun sebelumnya untuk APBD program tahun 2019 dan sudah dilakukan evaluasi ditingkat Provinsi dalam kaitan penetapan APBD 2019 bersama DPR itu sudah kita tetapkan bahwa dana alokasi bantuan dari Pemerintah Provinsi untuk dana prospek kurang lebih 16 M 400 juta sudah masuk dalam APBD, namun tiba-tiba kami mendapatkan surat dari Provinsi yang menginstruksikan agar dana prospek, Gatra dan Gerbang Emas itu tidak diberikan lagi, hal ini untuk Pemerintah Kabupaten sangat sulit sekali oleh karena alokasi dana prospek ini sudah kami alokasi kan dalam anggaran dana desa untuk mencukupi 10% dari dana bantuan Kabupaten ke Pemerintah Kampung, oleh karena itu kebijakan dari Pemerintah Provinsi untuk mengurangi dana prospek ini akan sangat menyulitkan Pemerintah Kabupaten yang pada akhirnya harus mengurangi program-proggram sebesar dana prospek yang ditangguhkan tersebut, dan Bupati, Tonny Tesar, S.Sos pun menegaskan bahwa hal ini sangat memberatkan sekali oleh karena jika kami membatalkan maka para kepala kampung, Bamuskam, dan para aparat kampung tidak akan dapat menerima upah mereka, namun Bupati mengatakan bahwa Pemerintah tetap kan berupaya agar dana 10% terpenuhi walaupun harus mengurangi program-proggram yang ada, Bupati juga mengatakan namun sebelumnya kami akan menyampaikan terlebih dahulu kepada Gubernur Papua agar harapanya dapat komitmen dan konsisten dengan program-proggram yang telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten.

Musrembang Tahun 2019 ini berlansung selama satu hari dan pada acara Penutupannya dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Ir. Alexander Nussy, MM, mewakili Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen.

Pembukaan Musrembang Tahun 2019

Penutupan Musrembang Tahun 2019

Humas Setda. Kabupaten Kepulauan Yapen

%d bloggers like this: