Reporter : Tim Liputan

Kosiwo – Ketika seekor lalat mendarat di makanan anda, anda mungkin menyingkirkannya dan  terus mengunyahnya. Tapi apa kah anda tidak khawatir dengan kuman yang mengancam dengan penyakit jika terus mengkonsumsi makanan tersebut? Hal ini mendapat tanggapan dari pemerinta daerah kepulauan yapen yang pada jumat, 02 Oktober 2020, melakukan satu gerakan yang dinamai “ Gerakan Basmi lalat” yang juga diawali dengan sosialisasi di 09 kampung di distrik kosiwo. pada kegiatan ini dikordinator langsung oleh plh sekda asisten 3 administrasi umum, Erny Tania serta sejumlah kepala OPD di lingkup pemerintah kepulauan yapen. Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar Juga terpantau hadir bersama wakil bupati Frans sanadi dalam kegiatan ini. Kepada media, Bupati Tonny dalam sambutannya di kampung sarwandori 2 menyampaikan bahwa  pemerintah daerah juga saat ini focus untuk melakukan  pengendalian lalat yang dinamakan  “ Gerakan Bersama Basmi Lalat “ mulai dari Mariadei, Ketuapi, sarwandori hingga ke mariarotu selama 1 bulan penuh.

“lalat ini hidup kurang lebih 13 hingga 14 hari, tanpa di bunuh akan mati sendiri tetapi sebelum mati, biasanya akan mengeluarkan telurnya. Nah yang kita lakukan saat ini adalah bagaimana kita basmi telur telur lalat ini. Tapi yang ingin saya sampaikan kepada kepala kampung dan aparat semuanya adalah kita buat 30 hari ini perangkap lalat di rumah.” tuturnya.

Bupati meminta agar warga dapat aktif bersama sama membuat perangkap lalat dirumah. Kalau bisa dikendalikan lewat siklus 28 hari maka diharapkan populasi lalat biru di sarwandori dapat berkurang jika dikerjakan dengan tekun secara terus menerus maka ia yakini populasi lalat tersebut bisa hilang. Menurut Bupati bahwa dirinya tidak mau menyemprot dengan bahan yang dapat mencemari lingkungan seperti bahan kimia yang dapat mencemari habitat lain nya. Sementara kendala utama seperti lokasi TPA ( Tempat pembuangan sampah Akhir) yang saat ini , akan segera di pindahkan ke lokasi jalan baru dan akan dikelolah dengan baik. Bupati juga berterima kasih kepada keluarga pemilik hak ulayat yang telah memberikan lokasi tersebut. Tak hanya soal lalat bupati Tonny juga mensosialisasikan tentang ancaman pandemic covid 19.

Dimana ia menyampaikan tentang Kebenaran Virus covid 19 memang ada di serui di sekitar kita sementara hingga saat ini belum ada vaksin yang tersedia, selain itu  virus  ini tidak bisa mematikan langsung tetapi hanya buat kita terpapar paling jelek hingga meninggal jika ada penyakit bawaan. Selain itu dirinya menyampaikan juga bahwa untuk menghindari ancaman virus corona tersebut yaitu dengan menerapkan protocol kesehatan, seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir, menjaga jarak, serja menghindari kerumunan.

“ Jangan takut kepada virus ini, kalau kita kuat kita bisa mengetahui dengan benar virus ini cara menularnya, kita pasti bisa  selamat. Virus ini bisa menular dari orang ke orang melalui air liur , itu yang disebut droplet.“

Ketua Gerakan Basmi lalat, Erny R. Tania yang di jumpai menjelaskan bahwa gerakan ini akan di fokuskan juga kepada total 11 kampung yang dimulai dari Mariadei hingga mariorotu dimana dibagi ke dalam 6 Tim dimana diawali dengan kampung sarwandori satu dan dilanjutkan hingga selesai di mariorotu mengingat sarwandori sebagai obyek wisata di kepulauan yapen. Erny menambahkan bahwa untuk membasmi lalat bisa dimulai dari lingkungan keluarga.

(foto dan video : Tim Liputan)