Kepyapenkab.go.id, Jayapura — Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, meninjau langsung puluhan siswa asal daerahnya yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Kota Jayapura. Selasa (17/3/2026)
Sebanyak 50 siswa tersebut merupakan peserta Program Sekolah Rakyat yang dititipkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen di balai milik Kementerian Sosial Republik Indonesia di Jayapura. Fasilitas balai itu difungsikan sebagai asrama selama para siswa mengikuti pendidikan.
Program Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia, termasuk di Tanah Papua.

Kunjungan Wakil Bupati disambut oleh Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Jayapura, John Herman Mampioper, serta Kepala Sekolah SRMA 29 Jayapura, Yanet Berotabui, bersama para guru dan tenaga kependidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Roi Palunga melihat langsung kondisi para siswa sekaligus memberikan arahan dan motivasi. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai penentu masa depan generasi muda, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun daerah.

Suasana hangat tampak saat Wakil Bupati berdialog dengan para siswa. Mereka menyampaikan pengalaman belajar selama berada di Jayapura, termasuk kehidupan di asrama dan kegiatan sekolah sehari-hari.
Kepala Balai, John Herman Mampioper, menjelaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi dan sekolah kedinasan. Ia menyebut sejumlah perguruan tinggi yang menjadi tujuan, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, serta Universitas Papua di Manokwari.

Selain itu, siswa juga berpeluang mengikuti seleksi masuk TNI-Polri, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan sekolah tinggi lainnya. “Pilihan yang diambil siswa akan menentukan masa depan mereka,” ujar John.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRMA 29 Jayapura, Yanet Berotabui, mengatakan bahwa pembinaan siswa dilakukan melalui sistem terpadu antara kegiatan belajar di kelas dan pembinaan di asrama. Guru, wali asrama, serta tenaga kesehatan bekerja sama dalam memastikan kebutuhan siswa terpenuhi, baik dari sisi akademik maupun kesehatan.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan terhadap siswa dilakukan secara ketat, mengingat lingkungan sekitar sekolah memiliki potensi risiko yang harus diantisipasi.

Di luar kegiatan akademik, para siswa turut dilibatkan dalam berbagai aktivitas pengembangan diri, termasuk kegiatan lingkungan bekerja sama dengan WWF Indonesia. Program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa terhadap bidang konservasi dan kelautan, khususnya di wilayah Kepulauan Yapen.
Kunjungan ini menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen terhadap pendidikan warganya, terutama bagi siswa yang menempuh pendidikan di luar daerah. Pemerintah daerah berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih prestasi dan kembali membangun daerah di masa depan.







