KEPYAPENKAB.GO.ID, Yawakukat – Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, meninjau kebun kakao di Distrik Yawakukat, tepatnya di Kampung Konti Unai dan Kampung Borai, Selasa (7/4/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Jeffry Max Boy Manderi, untuk melihat langsung kondisi tanaman kakao sekaligus memastikan kesiapan petani dalam menghadapi rencana kerja sama dengan investor.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati melihat kondisi tanaman kakao yang sedang berbuah serta proses pengeringan biji kakao yang dilakukan oleh petani. Ia juga berdialog langsung dengan para petani guna mengecek keseriusan mereka dalam mengelola kebun kakao yang telah ada.

Roi menegaskan bahwa kesiapan petani menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan komoditas kakao di daerah, terutama dalam menjaga kualitas produksi agar memenuhi standar pasar.
“Petani perlu memberi perhatian lebih terhadap kebun kakao yang sudah dikelola. Kebersihan kebun dan pemupukan tanaman harus diutamakan agar kualitas buah kakao memiliki nilai jual tinggi di pasar perdagangan,” ujar Roi.

Menurut dia, kebun kakao yang terawat dengan baik akan menghasilkan buah berkualitas dan mampu memenuhi permintaan pasar, termasuk kebutuhan investor yang membutuhkan pasokan kakao secara berkelanjutan.
Kunjungan ini juga dilakukan untuk memastikan keseriusan petani dalam merespons peluang pengembangan kakao yang saat ini mulai terbuka, seiring adanya dukungan pemerintah dan minat investor terhadap komoditas kakao di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Selain meninjau tanaman kakao, Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya perawatan rutin, mulai dari pembersihan kebun hingga pemupukan, guna meningkatkan produktivitas tanaman dan menjaga kualitas hasil panen.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap melalui peninjauan ini, para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan pengelolaan kebun kakao secara berkelanjutan, sehingga komoditas kakao dapat kembali menjadi salah satu sektor unggulan daerah.







